Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dipugar, Candi Mendut Magelang Ditutup selama Setahun 

R
Pemugaran tahap kedua Candi Mendut Kabupaten Magelang dimulai. Selama proses pemugaran, candi ditutup total selama satu tahun hingga 5 Agustus 2027. (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)
Pemugaran tahap kedua Candi Mendut Kabupaten Magelang dimulai. Selama proses pemugaran, candi ditutup total selama satu tahun hingga 5 Agustus 2027. (ROFIK SYARIF/ JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Pemugaran Candi Mendut Kabupaten Magelang memasuki tahap kedua. Selama pemugaran, Candi Buddha Mahayana tersebut akan ditutup untuk kunjungan umum selama satu tahun. hingga 5 Agustus 2027 mendatang.

Advertisement

Pada Jumat (7/8/2026) pagi, digelar kegiatan doa bersama untuk mengawali proses pemugaran. Usai doa bersama, dilakukan blessing atau pemberkatan mengelilingi Candi Mendut oleh Bhante Pabbokaro.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah Riris Purbasari menyampaikan, saat ini proses pemugaran Candi Mendut telah memasuki tahap kedua.

Advertisement

Fokus utama kali ini adalah mengatasi kebocoran atap dan bagian dinding candi yang mulai mengembung. 

Ia mengatakan, proses rehabilitasi ditargetkan selesai dalam setahun dan diharapkan sudah bisa digunakan saat peringatan Waisak Mei 2027 mendatang.

“Ini meneruskan dari tahap pertama untuk mengatasi kebocoran. Juga ada bagian dinding yang agak menggembung. Tujuan pemugaran ini untuk mengatasi hal-hal tersebut,” jelas Riris saat ditemui Jawa Pos Radar Magelang usai kegiatan doa bersama, Jumat (7/8/2026).

Advertisement

Sehingga, kata Riris, selama pemugaran tahap kedua ini, destinasi di area Candi Mendut ini ditutup total.

“Unsur keselamatan harus kita perhatikan. Jadi, sebaiknya kita tutup 100 persen untuk pemanfaatan supaya kami bisa bekerja optimal,” tegasnya.

Riris mengakui, ada kebocoran di konstruksi atap yang sebelumnya sudah ditutup semen. Air merembes masuk ke bilik candi, sehingga penanganannya harus dimulai dari atas. “Kita harus membongkar semen-semen itu,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, tim juga menemukan sejumlah komponen baru. Hasil uji anastilosis menunjukkan adanya stupa-stupa kecil di atap dan bagian penampil depan candi yang sebelumnya tidak terlihat.

“Nanti bentuk atap akan selesai. Ada beberapa temuan baru, banyak stupa-stupa kecil di atap Candi Mendut. Bagian penampil depan juga ketemu, sehingga nanti akan nampak dan lebih cantik,” jelasnya.

Untuk mengejar target pemugaran, sebanyak 30-40 pekerja dari juru pugar dan tenaga lokal dikerahkan. Mereka akan dibagi dalam sistem sif dan bekerja hingga malam hari.

Advertisement

Artikel Terkait

Kirab Puja Yatra, Jalan Kaki dari Mendut ke Borobudur 

Kirab Puja Yatra, Jalan Kaki dari Mendut ke Borobudur 

Perayaan Asalha Mahapuja 2570 Buddhis Era diikuti sedikitnya 12.000 umat Buddha dari berbagai daerah, Minggu (26/7/2026).

Hadir di Puncak Waisak di Candi Borobudur, Wapres Gibran: Jadikan Perbedaan sebagai Kekuatan

Hadir di Puncak Waisak di Candi Borobudur, Wapres Gibran: Jadikan Perbedaan sebagai Kekuatan

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak umat Buddha di seluruh Indonesia untuk terus menjadi pelopor perdamaian,

Detik-detik Waisak , Ribuan Umat Padati Pelataran Candi Borobudur Magelang

Detik-detik Waisak , Ribuan Umat Padati Pelataran Candi Borobudur Magelang

Suasana khidmat dan tenang tampak tercipta pada prosesi detik-detik Waisak 2570 BE/ 2026 pada Minggu (31/5/2026) di Lapangan Kenari, Pelataran Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer