RADARMAGELANG.ID, Magelang– Festival Batik Magelang 2025 resmi dibuka di Alun-alun Kota Magelang, Rabu (22/10/2025).
Acara ini bertujuan untuk memasarkan produk batik, sehingga para perajin dapat mengembangkan usaha mereka tanpa terperangkap dalam jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal.
Fenomena kemudahan pinjol ilegal itu disinggung oleh Sekda Pemprov Jawa Tengah Sumarno.
Ia beri peringatan keras kepada pelaku UMKM, agar tidak tergiur dengan iming-iming kemudahan pengajuan tanpa syarat yang ribet.
Padahal di kemudian hari, pinjol bisa menimbulkan kerugian finansial dengan bunga yang mencekik.
Mengerikannya, pinjol secara perlahan bisa menghancurkan usaha yang telah dirintis dengan susah payah.
“Saya ingatkan. Jangan sampai teman-teman terkena pinjol ilegal, karena bunganya itu sangat tidak masuk akal,” ujarnya ketika menghadiri pembukaan Festival Batik Magelang itu.
Ia menyadari, terkadang pelaku UMKM mengakses pinjol karena terdesak kebutuhan tambahan modal usaha.
Karena itu, pemerintah sudah meyiapkan solusi melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
KUR merupakan kredit dengan bunga lunak, agar para pelaku UMKM dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mengembangkan usahanya.
Selain itu, Pemprov Jateng juga mendorong para pemangku kepentingan, khususnya Bank Indonesia (BI) agar dapat membantu para pelaku UMKM batik dalam memasarkan produk-produknya ke luar negeri melalui kurasi BI.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaran Festival Batik Magelang ini.
Acara ini menjadi cara kreatif untuk memamerkan hasil kreasi dari pelaku usaha di industri batik, agar lebih dikenal luas.
“Batik ini sebenarnya sebuah budaya, tapi di dalamnya ada nilai-nilai ekonomi kreatifnya,” ungkapnya.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebut, jika acara ini bukan sekadar pameran biasa. Namun ada harmonisasi yang terbangun antara pelaku usaha, perajin, pemerintah, dan instansi terkait.
“Saya percaya bahwa batik tidak hanya diwariskan, tetapi juga dikembangkan. Dari sinilah lahir inspirasi baru dan penggerak ekonomi lokal,” katanya.
Asisten Deputi Pengembangan SDM Kementerian UMKM Rhenaldy Purnomo menambahkan, Magelang Batik Festival merupakan momentum penting untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai pusat fesyen batik dunia. (mg1/put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto