RADARMAGELANG.ID, Magelang – Untuk pertama kalinya, Ruang Aspirasi Bupati Magelang digelar di Kecamatan Borobudur, Selasa (23/9/2025).
Acara ini menghadirkan langsung Bupati Magelang Grengseng Pamuji bersama Wakil Bupati H. Sahid S.H. dan jajaran Forkompimda.
Mengusung slogan “Ngelayani Birokrasine”, kegiatan ini menjadi wadah masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung tanpa harus melalui rantai birokrasi yang panjang.
Bupati Grengseng menegaskan bahwa forum aspirasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata pemerintah turun langsung ke lapangan.
Dengan cara ini, aspirasi masyarakat bisa disampaikan lebih objektif sekaligus segera ditindaklanjuti.
“kami akan memutus Rantai birokrasi yang masih panjang. Aspirasi, usulan, harapan dan lain sebagainya bisa kami terima di kecamatan Borobudur.
Dengan harapan ketika rantai birokrasi bisa dipotong, maka aspirasi itu akan lebih objektif dan disampaikan secara objektif juga,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung di kantor Kecamatan Borobudur ini juga diramaikan dengan berbagai stand pelayanan masyarakat.
Ada pelayanan kesehatan gratis, administrasi kependudukan, penyuluhan KB, layanan perizinan, perpustakaan keliling, bazar UMKM, layanan PBB P2, serta gerakan pangan murah yang menjadi daya tarik utama warga.
Slamet Riyadi, 55, Ketua Gapoktan Gondo Arum dari Desa Gondowangi, Sawangan, menjadi salah satu penyedia pangan dalam gerakan pangan murah tersebut. Ia menjual beras mentik wangi susu dengan harga subsidi.
“Gerakan pangan murah ini bagus karena bisa menjaga ketahanan pangan dan menstabilkan harga.
Selain berjualan, kami juga bisa memperkenalkan produk kepada masyarakat lebih luas, bahkan membuka jaringan baru dengan memberikan kartu nama. Kalau ada yang mau pesan, bisa langsung kami antar,” katanya.
Hal serupa diungkapkan Aini, 20, perwakilan Kios Unggas Muntilan, yang menjual produk olahan unggas seperti nugget, sosis, bebek kemasan, dan gula. Menurutnya, program pemerintah ini membawa dampak positif bagi usaha yang ia jalankan.
“Penjualan kami meningkat karena banyak konsumen baru. Program ini sangat membantu pengenalan produk di masyarakat. Harapannya bisa terus ada dan konsisten,” ujarnya.
Bagi masyarakat, manfaat gerakan pangan murah ini sangat terasa. Sarkonah, 48, pembeli sekaligus ibu dari Kepala Desa Giripurno, mengaku terbantu karena selisih harga dengan pasar cukup signifikan.
“Harga di sini lebih murah sampai Rp3.000–Rp5.000 per kilo. Sangat membantu kebutuhan rumah tangga, terutama sembako seperti beras, bawang merah, bawang putih, dan minyak goreng.
Harapan saya kegiatan ini bisa rutin, karena selain membantu warga, juga bisa menyeimbangkan harga pasar,” ungkapnya.
Camat Borobudur Subiyanto, juga mengapresiasi langkah bupati menggelar Ruang Aspirasi. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah strategis karena masyarakat bisa bertanya langsung kepada Bupati dan mendapat jawaban yang didampingi OPD.
“Gerakan pangan murah juga menjadi solusi nyata untuk keterjangkauan harga di tengah daya beli masyarakat yang menurun.
Selain itu, acara ini sarat makna kebersamaan karena Bupati diperlakukan sama dengan warga, bahkan ikut makan soto bersama masyarakat. Inilah makna aspirasi yang sesungguhnya, bukan sekadar formalitas,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji juga menyinggung program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Magelang.
Ia menegaskan pemerintah daerah berkomitmen memberantas kemiskinan secara bertahap, khususnya di kelompok desil 1 dan 2, sesuai undang-undang yang mewajibkan adanya data tunggal kemiskinan.
Data makro dari Kementerian Sosial kemudian diolah menjadi data mikro yang lebih dinamis oleh Dinas Kominfo Kabupaten Magelang.
Langkah ini menjadikan Magelang sebagai daerah pertama di Jawa Tengah, bahkan di Indonesia, yang menerapkan sistem data semacam ini.
“Data mikro ini akan menjadi dasar pembangunan agar program penanggulangan kemiskinan lebih tepat sasaran,” tegasnya.
Ruang Aspirasi yang pertama kali digelar di Borobudur ini mendapat sambutan luas dari warga, pelaku usaha, hingga pemerintah kecamatan.
Forum ini bukan hanya mempertemukan masyarakat dengan pemerintah, tetapi juga memberikan solusi konkret melalui layanan publik dan gerakan pangan murah yang manfaatnya langsung dirasakan.
Pemerintah Kabupaten Magelang berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan secara berkala agar manfaatnya semakin luas, aspirasi masyarakat bisa lebih cepat ditangani. Harga pangan lebih stabil, UMKM berkembang, dan kesejahteraan warga meningkat secara bertahap. (mg10/mg8/mg5/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo