Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Spesial Hari Radio Nasional, Museum BPK RI Pamerkan 80 Koleksi Radio dari Masa ke Masa

Magang Radar Magelang • Selasa, 23 September 2025 | 03:56 WIB
Dimas Indra, sedang menjelaskan terkait sejarah radio kepada tamu undangan
Dimas Indra, sedang menjelaskan terkait sejarah radio kepada tamu undangan

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Memeringati Hari Radio Nasional ke-80, Museum BPK RI berkolaborasi dengan Komunitas Pecinta Audio Lawas menghadirkan pameran istimewa bertajuk “Gema Nusantara: Mendengar Ulang Peradaban Suara.” 

Pameran ini menghadirkan 80 jenis radio dari berbagai era. Mengajak pengunjung menyelami perjalanan panjang dan makna penting radio dalam sejarah peradaban suara di Indonesia.

Pameran yang berlangsung hingga 6 Oktober 2025 ini resmi dibuka oleh Kepala Museum BPK RI, Sutriono, pada Senin (22/09/2025). Pembukaan pameran ini turut dihadiri oleh perwakilan mahasiswa, media, hingga kalangan pecinta radio.

“Pameran ini sebenarnya  lahir dari obrolan sederhana dengan Mas Dimas, seorang kurator sekaligus pecinta radio. Dari diskusi itu muncul pertanyaan, apakah radio masih relevan hari ini? Akhirnya lahirlah gagasan pameran ini,” ujar Sutriono dalam sambutannya. 

Ia menambahkan, kehadiran mahasiswa, khususnya generasi muda menjadi penting agar mereka dapat memahami kembali jejak sejarah radio di Indonesia.

Pameran ini disusun dalam tiga sub tema besar; Prakemerdekaan, Pasca Kemerdekaan, hingga radio saat ini.

Setiap era menghadirkan kisah tentang bagaimana radio berperan penting dalam perjalanan sejarah di Indonesia. 

Dimas Indra dalam sesi wawancara bersama media
Dimas Indra dalam sesi wawancara bersama media

Kurator pameran, Dimas Indra, bukanlah sosok asing di dunia radio. Pria yang juga dikenal sebagai kolektor radio lawas ini mengaku sudah menghabiskan separuh hidupnya bersama radio.

Ia pernah aktif menjadi penyiar radio selama  lebih dari lima tahun di Radio Tidar Magelang, sebelum akhirnya memutuskan mendalami dunia koleksi radio sejak 2016.

“Bagi saya radio memiliki sejarah yang menarik dari bentuk, warna, hingga bagian-bagian kecilnya. Dari masa sebelum kemerdekaan hingga sekarang, radio selalu punya kisahnya sendiri,” tutur Dimas saat ditemui Radar Magelang pada Senin (22/9/2025). 

Baca Juga: Hari Radio Nasional: Mengingat Jejak Guglielmo Marconi dan Penemuan Radio

Kini, koleksi yang radio yang dimilikinya mencapai sekitar 150 unit, dengan kondisi radio new old stock (NOS), yaitu radio baru yang belum pernah digunakan namun stok lama dari pabrik. 

Selain mengoleksi, Dimas juga tergabung dalam Komunitas Pecinta Audio Lawas (Kompas) sejak 2021.

Komunitas ini lahir dari semangat bersama para pecinta radio untuk merawat radio lawas yang sering kali diabaikan. 

Melalui pameran ini, Dimas menekankan pentingnya radio sebagai bagian dari perjalanan bangsa.

“Harapannya teman-teman semakin peduli, karena bagaimanapun radio adalah saksi sejarah bangsa yang tetap eksis hingga saat ini.

Saya ingin generasi muda tahu, peduli, dan tidak menyia-nyiakan keberadaan radio. Bahkan kalau ada radio lama di rumah, jangan buru-buru dibuang, karena itu punya nilai edukasi dan sejarah,” ucapnya dalam sesi wawancara. (mg7/mg9/2025)

Editor : Lis Retno Wibowo
#sejarah radio #museum BPK RI #hari radio nasional #pameran