RADARMAGELANG.ID, Magelang - Kawasan wisata potensial Kebun Raya Gunung Tidar dipersiapkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada 2025 mendatang.
Rencana itu dipandang strategis untuk meningkatkan pendapatan asli daeran (PAD).
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebun Raya Gunung Tidar Muwahidin mengatakan, pihaknya masih mematangkan rencana itu.
"Kami sedang bersiap mulai dari caranya, anggarannya dan program-program ke depannya. Kita mencontoh juga cara dari satu-satunya kebun raya yang sudah berbentuk BLUD, yaitu Kebun Raya Banua Kalimantan," terangnya kepada Jawa Pos Radar Magelang dikantornya, Jumat (21/6/2024).
Nantinya jika rencana itu sudah resmi terwujud, pihaknya bisa melakukan pengelolaan pendapatan secara mandiri.
Saat ini, UPT Kebun Raya Gunung Tidar notabene masih di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang.
Dari pengelolaan pendapatan itu, lanjut dia, bisa digunakan sebagai anggaran pemeliharan dan pembaruan kawasan, pengembangan kawasan wisata KRGT, serta belanja jasa tenaga.
Ia mencontohkan, kegiatan pemeliharaan dan pembaruan Kebun Raya Gunung Tidar seperti pembuatan pintu masuk kawasan wisata yang saat ini memang belum ada.
Itu diperlukan agar bisa memperkuat citra kawasan wisata.
Lalu pengembangan kawasan wisata dengan membuat dan melengkapi taman koleksi serta taman pembibitan yang saat ini juga belum tersedia.
Menurut Muwahudin, apabila Kebun Raya Gunung Tidar dilengkapi dengan spot-spot di atas, minat wisatawan akan lebih meningkat karena ada ketertarikan dan rasa penasaran. Hal itu akan berpengaruh pada angka kunjungan. Sehingga diharapkan, dari peningkatan jumlah pengunjung itu bisa berpengaruh pula pada pendapatan daerah.
"Namun hal itu nggak bisa instan, perlu waktu 5-10 tahun setelah kebun raya ini resmi menjadi BLUD," tuturnya.
Sejauh ini, pihaknya masih memantau tingkat kunjungan yang mengalami pasang surut. Kesimpulan ini dilihat dari tiga bulan terakhir atau sejak April-Juni.
"Kalau pada April kemarin, wisatawan lokal dan manca ada 13.901 orang. Bulan Mei mencapai 17.571 orang, dan bulan Juni sampai tanggal 20 Juni sebanyak 11.709 pengunjung," bebernya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto