Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Untidar Gelar Pekan Raya Mahasiswa Sains, Kebudayaan, dan Teknologi, Mahasiswa Inovatif adalah Generasi Anticemas

Puput Puspitasari • Selasa, 28 Mei 2024 | 04:20 WIB
Rektor Universitas Tidar Prof Dr  Sugiyarto mengapresiasi kegiatan pameran Paramasakti di GKU H.R. Suparsono kampus setempat, Senin (27/5/2024).
Rektor Universitas Tidar Prof Dr Sugiyarto mengapresiasi kegiatan pameran Paramasakti di GKU H.R. Suparsono kampus setempat, Senin (27/5/2024).

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Mahasiswa dari 25 jurusan di Universitas Tidar (Untidar) meramaikan Pekan Raya Mahasiswa Sains dan Teknologi (Paramasakti) 2024 di GKU H.R. Suparsono, Senin (27/5/2024).

Paramasakti merupakan pameran inovasi teknologi yang menggabungkan nilai budaya dan sains

Beberapa inovasi yang menarik dalam pameran tersebut di antaranya, pengembangan alat antimaling yang dapat dilekatkan pada kendaraan bermotor.

Inovasi ini dibuat oleh mahasiswa jurusan Teknik Mekatronika.

Mereka menciptakan sebuah alat yang mampu disambungkan dengan motor, sehingga si pengguna dapat mengaktifkan serta mematikan starter motornya dari jarak jauh dengan menggunakan sebuah sistem kendali yang dapat di instal dalam perangkat telepon.

Mereka pun masih ingin menambahkan fitur GPS agar motor si pengguna dapat dilacak keberadaannya. 

 “Kita bisa mengaktifkan starter motor dan mematikannya dari jarak jauh, apabila motor kita itu dicuri orang, nanti akan ditambahkan pelacak juga,” terang salah satu inovator dari Teknik Mekatronika Nadia Ghina.

Mahasiswa dari jurusan Teknik Elektro pun menarik minat pengunjung.

Mereka mempersembahkan alat power supply yang mereka katakan dapat mengubah energi listrik dari alat elektronik menjadi lebih aman dan ramah digunakan.

Misalnya, hair dryer, apabila ditancapkan dalam alat tersebut, maka tegangan listrik yang kuat bisa diubah menjadi lebih irit dan dapat pula mencegah kebocoran listrik.

 “Komponen yang kita pakai lebih aman, hal ini menjaga alat-alat elektronik kita biar tidak cepat rusak juga,” aku Iwan Setyawan,19, mahasiswa Teknik Elektro.

 Adapula inovasi dari jurusan Teknologi Pangan yang memfermentasi teh kombucha dan membuat tomat rasa kurma yang disebut Torakur.

Ide ini muncul dari rasa keprihatinan mereka terhadap nasib para petani, khususnya saat harga panen tomat anjlok.

Belum lagi, petani dan masyarakat harus menghadapi tantangan bahwa tomat merupakan jenis buah yang mudah busuk.

Kreasi dari bahan olahan tomat ini diharapkan menjadi solusi dan peluang usaha bagi masyarakat.

 “Teh kombucha dan torakur ini dibuat bukan hanya mengejar rasa enak, namun juga manfaat bagi masyarakat, bahan dasarnya juga bagus untuk kesehatan imunitas,” jelas Varista Damayanti,19, mahasiswi Teknologi Pangan.

Dalam digitalisasi pun salah satu stan dari jurusan Ilmu Komunikasi juga menampilkan produk berupa film yang telah diproduksi dengan menggunakan alat-alat canggih. Terdapat kurang lebih 20 film yang berhasil dibuat dan dipamerkan dalam acara itu. 

 Acara ini juga ditujukan untuk membuktikan bahwa sejalan dengan keinginan Pemkot Magelang yang menggencarkan digitalisasi, Untidar pun mampu membantu dan mengembangkan ide dari mahasiswanya dengan hasil yang dapat berguna dan dinikmati oleh masyarakat luas.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Untidar Firmansyah Burhanudin Elmasry menambahkan, pameran ini diyakini dapat memacu perkembangan dunia pendidikan dan teknologi, serta melahirkan generasi emas Indonesia.

 “Ketika kita, terutama mahasiswa tidak ada inovasi, menurut saya bukan generasi emas tetapi generasi cemas. Saya yakin teman-teman ini semuanya akan menjadi  generasi emas, karena memiliki kemampuan, adaptasi, hard skill maupun soft skill juga,” ungkapnya.

Rektor Universitas Tidar Prof Dr  Sugiyarto mengapresiasi seluruh peserta dan panitia kegiatan Paramasakti yang merupakan kelanjutan dari program-program tahun sebelumnya.

“Program-program di Universitas Tidar sudah sangat berdampak ke level nasional seperti Paramadya dan PPK Ormawa yang tahun ini lolos 17 proposal di tingkat nasional, saya berharap agar ke depannya Paramasakti bisa lebih besar dan dikemas dengan lebih menarik.

Selain itu. mahasiswa juga harus memiliki kemampuan untuk berkolaborasi dan memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan sesama mahasiswa,” jelasnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Parjopo terkesan dengan acara tersebut.

Kegiatan ini sejalan dengan keinginan Pemkot Magelang dalam rangka pengembangan digitalisasi dalam bidang pendidikan.

Setiap tahunnya, mulai dari lembaga pendidikan terkecil seperti Taman Kanak-Kanak (TK), sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) selalu ada acara gelar karya yang juga menampilkan inovasi terbarukan.

 “Teknologi adalah sebuah keniscayaan, kita (pemerintah, Red) juga mengejar transformasi pendidikan digital,” jelas Parjopo.

 Sebagai contoh nyata, Pemkot Magelang mewajibkan para tenaga pengajar untuk  menggunakan platform Merdeka Belajar.

Platform tersebut bermanfaat guna perencanaan pembelajaran, buku-buku sumber belajar, serta pelatihan yang dapat dilihat dalam satu klik oleh masyarakat khususnya pelajar. 

 “Komunitas belajar pun dapat dibuat di sana,” lanjutnya.

 Selain itu, di Magelang sendiri sudah banyak SMP dan SMA yang menggunakan komputer sebagai media pembelajaran.

Sekurang-kurangnya dalam setiap sekolah sudah terdapat dua laboratorium komputer. (put/rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Kampus #untidar #pameran #Rektor Untidar Prof Dr Sugiyarto