
RADARMAGELANG.ID, Magelang – Malam itu, halaman Muhammadiyah Boarding School (MBS) SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang bukan sekadar menjadi tempat berkumpulnya para santri.
Di panggung sederhana, mereka menghadirkan potret kehidupan pesantren melalui drama yang mengundang tawa sekaligus menyelipkan pesan moral. Ada kreativitas, kebersamaan, dan pelajaran tentang kehidupan yang tersaji di balik setiap adegan.
Ratusan santri boarding mengikuti puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Kegiatan yang dimulai selepas salat Asar itu diawali dengan kajian keislaman bersama dai muda asal Kulon Progo, Ustaz Buya Bayu.
Suasana beralih menjadi lebih semarak ketika para santri bersiap menampilkan drama hasil kreativitas mereka.
Wakil Kepala SMP Mutual Bidang Boarding Iqbal Wijdani mengatakan, kegiatan puncak Hari Santri telah menjadi agenda tahunan.
Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan kreativitas sekaligus belajar mengelola sebuah kegiatan secara mandiri.
“Yang penting kita dampingi. Pada kenyataannya, para santri punya kreativitas dan ide yang luar biasa,” katanya.
Daffa Sandi, santri kelas IX mengungkapkan, ide drama muncul secara spontan.
Dengan waktu persiapan sekitar satu pekan, mereka berusaha meramu pengalaman keseharian menjadi cerita yang menghibur sekaligus mengandung pesan dakwah.



