RADARMAGELANG.ID - Peribahasa atau dikenal dengan intilah pepatah merupakan hal yang dapat ditemui dimanapun.
Pepatah seringkali menjadi motivasi bagi sebuah kelompok untuk menjalankan kehidupan ini.
Pepatah merupakan sebuah pengajaran berharga bagi seseorang yang dirangkum dalam sebuah kata motivasi.
DI jawa sendiri, peribahasa sangat sering digunakan.
Peribahasa atau dalam bahasa jawa disebut dengan paribasan menjadi hal yang tak dapat dipisahkan oleh masyarakat jawa.
Hal ini karena masyarakat jawa menganalogikan sebuah peristiwa yang dekat dengan kehidupan untuk menjadi kalimat yang nantinya digunakan untuk nasehat.
Peribahasa atau peribahasa bagi sebagian orang jawa adalah hal yang rumit karena kebanyakan menggunakan bahasa jawa tinggi.
Inilah 16 peribahasa masyarakat jawa beserta artinya!
- Adigang, Adigung, Adiguna ( kekuatan, keluhuran, dan kepintaran)
Kalimat ini sama hal nya dengan peribahasa Bobot, bibit, bebet dalam bahasa indonesia.
Biasanya menjadi pedoman ketika menilai seseorang secara mendalam dari berbagai sisi.
- Becik Ketitik Ala Ketara (kebaikan dan keburukan sekecil apapun akan kelihatan)
Kalimat ini sangat sering kalian dengar.
Maksud dari kalimat ini adalah seberapa rapat kamu menutupi sebuah kebohongan pasti akan terlihat juga.
- Cebol Nggayuh Lintang (orang kerdil Menggapai bintang)
Cebol diibaratkan sesuatu yang kecil, bintang yaitu sesuatu yang tinggi dan mustahil untuk digapai.
Hal ini menggambarkan orang dengan keterbatasan yang mencoba untuk keluar dari keterpurukan dan sekuat tenaga menggapai impiannya.
Bahkan orang lain tidak percaya kalau dia dapat menggapai hal tersebut.
- Cedhak Celeng Boloten (Dekat dengan babi hutan yang tubuhnya penuh kotoran)
Orang yang dekat dengan orang buruk perilakunya (seperti babi) maka akan ikut berbuat buruk juga.
Lingkungan sangat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku kita.
- Desa Mawa Cara, Negara Mawa Tata (Desa memiliki sebuah adat, Negara memiliki sebuah tradisi masing-masing)
Pepatah ini mengingatkan untuk menghargai tradisi dimanapun kita berada.
Setiap daerah memiliki adat dan tradisi masing-masing patut untuk kita hargai.
6. Ditulung Menthung (ditolong malah mukul)
Sudah ditolong namun malah menusuk dari belakang.
Orang yang tidak pernah berterima kasih terhadap seseorang seseorang yang telah menolongnya.
7. Diwenehi Ati Ngrogoh rempela (dikasih hati malah ngambil rempela)
Diberikan hal yang sudah sesuai namun malah meminta sesuatu yang lebih besar. Sama saja dengan orang yang tak tau diri.
8. Emprit Ambuntut Bedhug (Burung emprit yang menjadi sebuah bedhug)
Burung emprit adalah hal yang kecil, sedangkan bedug adalah sesuatu yang besar.
Analogi dari pepatah ini adalah masalah yang kecil lalu menjadi besar karena ego dan penanganan masalah yang kurang sesuai.
9. Esuk Dhele Sore Tempe (pagi jadi kedelai sorenya jadi tempe)
Hal ini menggambarkan orang yang omongannya tidak konsisten.
Ketika pagi dia ngomong ini lalu sorenya ngomong begitu.
10. Golek Uceng Kelangan Dheleg (Mencari hal kecil Uceng berujung kehilangan hal besar(dheleg))
Menjadi sebuah penyesalan ketika seseorang yang berniat mencari hal kecil tetapi berujung kehilangan sesuatu yang besar seperti kesehatan.
11. Gajah Alingan Suket Teki (Gajah yang terhalang rumput teki)
Artinya seperti ada udang di balik batu.
12. Gupak Pulute ora Mangan Nangkane (kena getahnya namun tidak makan nangkanya)
Orang yang rela melakukan hal besar dan dampaknya juga besar namun tidak mendapatkan buahnya.
13. Iwak Klebu ing Wuwu (ikan yang memasuki perangkap)
Ikan yang memasuki perangkap dengan sengaja mengibaratkan orang yang sangat mudah tertipu dan terpengaruh karena omongan orang lain.
14. Kakean gludug kurang udan (kebanyakan suara petir namun hujannya sedikit)
Kebanyakan ngomong dengan menggebu-gebu namun omongannya sedikit yang terbukti.
15. Kaya Banyu Karo Lenga (Seperti air dan minyak)
Seperti minyak dan air memiliki arti tidak bisa bersatu.
Bisa mengibaratkan orang yang selalu bertengkar dan tak bisa akur.
16. Kegedhen Empyak Kurang Cagak (Besar pasak daripada tiang)
Kebesaran keinginan namun tak sadar dengan keadaan.
Keadaan yang sulit namun tetap memaksakan keinginan besarnya, maka akan berakibat keburukan seperti banyak hutang.
Itulah 16 peribahasa jawa beserta artinya.
Semoga bermanfaat! (mg26/aro)
Editor : H. Arif Riyanto