Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Waspada! Kasus Diabetes Anak Ditemukan di Batang, Usia 10 Tahun Sudah Terpapar

Riyan Fadli • Rabu, 11 Februari 2026 | 14:08 WIB
Dokter spesialis anak RSUD Batang Tan Evi Susanti
Dokter spesialis anak RSUD Batang Tan Evi Susanti
RADARMAGELANG.ID-Ini menjadi peringatan bagi para orang tua.
 
Ancaman penyakit metabolik kini mengintai usia muda, termasuk anak-anak.
Salah satunya penyakit diabetes.
Penting penerapan pola gizi seimbang untuk mengerem laju kasus diabetes pada anak.
Tren konsumsi makanan dan minuman manis yang berlebihan pada anak-anak dan remaja di Kabupaten Batang mulai memicu kekhawatiran medis.
Dokter spesialis anak RSUD Batang Tan Evi Susanti mengatakan, anak-anak sebenarnya tetap diperbolehkan mengonsumsi kudapan manis.
Namun kuncinya ada pada perhitungan jumlah asupan agar tidak melampaui batas harian.
“Boleh minum teh manis, tapi harus dihitung. Kalau sudah minum teh manis, jangan ditambah lagi permen atau makanan manis lain. Jangan bertumpuk-tumpuk,” tegasnya, Rabu (11/2/2026).
Lebih lanjut dijelaskan, konsep gizi seimbang mewajibkan adanya takaran harian untuk gula, garam, lemak, hingga protein.
Sayangnya, banyak orang tua dan anak yang belum menyadari adanya kandungan gula dan lemak tersembunyi (hidden sugar) dalam berbagai jajanan kekinian.
“Jadi kita tahu porsinya sehari proteinnya berapa, lemaknya berapa, itu semua ada aturannya. RSUD Batang menemukan kasus diabetes pada anak, terutama diabetes tipe 2 yang umumnya dipicu obesitas,” jelasnya.
Penanganan diabetes tipe 2 pada anak ini sangat erat kaitannya dengan gaya hidup. Biasanya, kasus ini muncul akibat obesitas.
Melalui program penurunan berat badan, kadar gula darah pasien umumnya akan membaik.
Namun, ada pula pasien dengan diabetes bawaan (tipe 1) yang memerlukan pengawasan ketat dan terapi insulin rutin.
Data di lapangan cukup mengejutkan.
Kasus diabetes di Batang kini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak di rentang usia sekolah dasar hingga remaja.
“Untuk rentang usia, kasus diabetes pada anak di Batang bahkan ditemukan sejak umur 10 tahun hingga remaja 14 tahun. Sementara kasus yang berkaitan dengan obesitas ada pula pada usia sekitar 17 tahun. Ada empat kasus usia 10 sampai 14 tahun. Yang karena obesitas kemudian menjadi kencing manis juga ada,” ungkapnya.
Menutup penjelasannya, dr. Tan Evi berharap edukasi mengenai gizi seimbang terus digencarkan.
Hal ini penting agar kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula dapat dikendalikan sejak dini, baik oleh kesadaran orang tua maupun anak itu sendiri. (yan/aro)
Editor : H. Arif Riyanto
#Tan Evi #penyakit gula #Penyakit Metabolik #diabetes #gizi seimbang #RSUD Batang #minuman manis #gula #batang