RADARMAGELANG.ID, Ungaran--Pabrik garmen PT Starlight Semarang yang berlokasi di Bawen, Kabupaten Semarang, dibobol maling.
Uang Rp 614 juta pun ikut raib.
Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Aditya Perdana mengatakan, pembobolan tersebut terjadi di ruang produksi dan ruang manajemen pabrik.
Tepatnya di lantai dua salah satu gedung pabrik yang kondisinya berantakan setelah diacak-acak maling.
Salah satu karyawati bagian produksi Khofifah, 32, yang mengetahui kali pertama.
Khofifah yang hendak masuk ruangan, mendapati ruangan sudah berantakan.
Selanjutnya melaporkan ke pihak sekuriti.
Dari hasil pemeriksaan awal saksi-saksi, kata Aditya, sekitar jam yang sama, salah satu karyawan bagian gudang Arif, 26, sempat masuk ke ruang manajemen.
Namun hanya mengambil kunci gudang.
Dirinya juga mengaku melihat salah satu meja staf dalam kondisi berantakan.
Dia mengira, staf tersebut lupa atau terburu-buru, sehingga tidak merapikan mejanya.
Uang yang berada di laci maupun yang brankas diambil semua.
Ada juga satu koin emas senilai puluhan juta rupiah ikut hilang.
Saat ini, pihaknya masih melakukan pendalaman atas kejadian tersebut.
Sebelumnya, brankas milik PT Semarang Garment juga dibobol maling Senin (2/12) jam 01.20 WIB.
Uang senilai kurang lebih Rp 200 juta raib dibawa maling.
GM PT Semarang Garment Mr Lee mengatakan, pencurian pertama kali diketahui oleh cleaning service yang akan bersih-bersih di pagi hari.
Terlihat brankas yang berada di ruangan GM dengan tinggi 150 sentimeter ini sudah dalam posisi pintu terbuka dan peyok.
Semula brankas posisi berdiri di pojok ruangan tersebut.
Diduga pelaku membuka paksa menggunakan bantuan alat semacam linggis.
“Terlihat di CCTV. Ada dua orang bertopeng yang masuk. Mereka hanya 15 menit untuk buka brankas, ambil uang dan berantakin laci yang ada di ruangan tersebu. Brankas ini harus masukan duoble PIN. Di dalam brankas ada dokumen juga aman, hanya uang yang diambil,” katanya.
Lee mengatakan, dari rekaman CCTV, pelaku terlihat menenteng tas ransel besar dan tangan memegang semacam linggis yang bengkok.
Lee juga mengatakan, tim pabrik menelusuri jalan masuk pelaku.
Kedua pelaku masuk dari atas eternit ruangan samping ruang kerja GM.
Hal tersebut diketahui setelah seharian turun hujan dan ruangan banjir karena bocor.
Ruangan tersebut bersebelahan dengan dinding pembatas pabrik yang langsung ke sawah. (ria/aro)
Editor : H. Arif Riyanto