Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Voice of Baceprot, Band Metal Berhijab Indonesia Yang Mendunia

Magang Radar Magelang • Minggu, 21 September 2025 | 06:43 WIB
Bukan hanya sekedar band metal, Voice of Baceprot merupakan bantuk penyuaraan isu pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, dan kritik sosial
Bukan hanya sekedar band metal, Voice of Baceprot merupakan bantuk penyuaraan isu pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, dan kritik sosial

RADAR MAGELANG.ID – Musik metal terkenal dengan tempo dan lirik yang keras, tidak jarang genre music ini menampilkan kekerasan pada saat tampil di atas panggung. Selain itu band metal biasanya didominasi oleh gender laki laki karena kerasnya musik yang dibawakan dan sisi emosional yang ditampilkan.

Voice of Baceprot, sebuah band metal asal Jawa Barat atau lebih tepatnya di Garut. Menggaungi music metal dengan tiga personil perempuan muda muslim dan berhijab, Firdda Marsya Kurnia (vokalis), Euis Siti Aisyah (drummer), dan Widi Rahmawato (bassist). Bermula dari daerah Singajaya, Garut, Jawa Barat, Marsya dan Siti merupakan dua orang siswi yang sudah berteman sejak SD, lalu saat menginjak bangku SMP mereka bertemu dengan Widi.

Lalu mereka bertiga terkenal di sekolahnya sebagai perempuan yang cukup memberontak lantaran sering keluar masuk BK akibat sering menyuarakan apa yang mereka rasa tidak adil sebelum akhirnya perilaku mereka ini dilihat dan disalurkan oleh guru konseling yang sudah menjadi sahabat mereka sekarang bernama Ersa Susila Satia atau biasa mereka panggil Abah Ersa ke arah yang lebih bermanfaat yakni dalam ekstrakurikuler musik dan menghantarkan mereka pada genre musik metal.

Band VOB atau Voice of Baceprot menjadi semangat mereka untuk kembali bersekolah setelah kejenuhan yang mereka rasakan selama ini. Bermula dari cover lagu lagu biasa yang dengan tempo santai, namun mereka merasa energi yang tersisa masih banyak sehingga saat itu mencoba cover musik metal dan ternyata mereka cocok.

Mereka pun banyak mengikuti festival festival musik hingga cekcok yang sudah biasa mereka hadapi dengan guru sekolah pasca lulus dari SMP yang mengakibatkan mereka berpindah pindah sekolah karena tekanan yang terus diberikan oleh sekolah terhadap kebiasaan mereka bermusik.

Baca Juga: Ini Dia Beberapa Istilah Dalam Produksi Film Yang Harus Kamu Ketahui

Tekanan yang dihadapi bukan hanya dari sekolah, namun juga lingkungan sekitar mereka, mulai dari keluarga hingga warga.

Keberadaan mereka membuat gelisah mayoritas orang di kampung mereka yang didominasi oleh umat islam yang tidak memberi respon positif kepada mereka.

Mereka menganggap kombinasi antara musik metal yang keras tidak selaras dengan penampilan hijab mereka karena tidak mencerminkan muslim yang baik.

Namun kritik yang mereka terima ini malah menjadi karya baru yang ditujukan untuk membalas tekanan tekanan yang diberikan kepada mereka.

Misalnya saat mereka masih di madrasah, mereka merilis single “God, Allow me (Please) to Play Music”.

Lalu mereka juga meluapkan keresahan mereka tentang pandangan laki laki dan patriarki yang masih sering mereka rasakan sebagai perempuan di dalam lagu berjudul “(Not) Public Property” dengan lirik “Our body is not public property, we have no place for the dirty mind.

Our body is not public property, we have no place for the sexist mind.” Keteguhan mereka dalam menghadapi kritik, stigma negative, dan stereotip tentang gender wanita membuat nama mereka semakin besar.

Musik mereka sendiri terinspirasi dari band metal yang sangat terkenal dan legendaris misalnya Rage Agains the Machine, Slipknot, hingga System of a Down sebelum akhirnya mereka mencoba merilis beberapa lagu sendiri.

Nama mereka kian meroket ketika mereka mengunggah video yang berisi mereka mengcover sebuah lagu populer di media sosial.

Hingga pada titik tertingginya mereka mulai diundang di acara acara musik bergengsi mulai dari negara Belanda, Swiss, hingga Inggris.

Bahkan mereka juga sudah pernah tampil di panggung Wacked Open Air di jerman dan Festival Glastonbury yang merupakan festival terbesar di Greenfield Music dan menjadi satu satunya band Indonesia yang tampil di sana dan menjadi Sejarah bagi dunia musik Indonesia.

Selain itu mereka juga pernah masuk berita dan didatangi oleh wartawan media besar luar negeri seperti The New York Times dan The Guardian.

Beberapa penghargaan yang pernah Voice of Baceprot dapatkan diantaranya adalah masuk dalam daftar 50 musisi paling berpengaruh versi majalah terkenal di Inggris bernama NME dan juga dinobatkan oleh majalah Forbes asal Amerika sebagai 30 Under 30 Asia 2024 untuk kategori Entertainment and Sports yang membuktikan talenta sekaligus dampak besar dari band ini di dunia dengan membawa nama baik Indonesia dan juga melawan stereotip wanita serta stigma negatif kombinasi musik metal dan wanita berhijab. (mg5/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#hijab #metal #voice of baceprot #muslim #musik #wanita