Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Fenomena Cuaca Panas Ekstrem, BMKG Ungkap Penyebab Utamanya

Magang Radar Magelang • Selasa, 21 Oktober 2025 | 02:17 WIB
Seorang warga memakai payung untuk menghindari paparan sinar panas matahari yang melanda di Jakarta
Seorang warga memakai payung untuk menghindari paparan sinar panas matahari yang melanda di Jakarta

RADARMAGELANG.ID, Jakarta – Beberapa wilayah di Indonesia dilanda fenomena cuaca panas ekstrem dalam beberapa hari terakhir ini dengan suhu terpanas mencapai 37,6 derajat Celsius. Fenomena ini diperkirakan masih akan terus berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025.

PENYEBAB UTAMA

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa penyebab utama fenomena cuaca panas ekstrem ini disebabkan oleh posisi gerak semu matahari dan pengaruh angin Monsun Australia.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa posisi gerak semu matahari pada bulan Oktober yang berada di selatan ekuator membuat wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan menerima penyinaran cahaya matahari dengan lebih intens, sehingga suhu udara menjadi lebih panas.

“Posisi ini membuat wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan, seperti Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua, menerima penyinaran matahari yang lebih intens sehingga cuaca terasa lebih panas di banyak wilayah Indonesia,” kata Guswanto di Jakarta, dikutip dari BMKG, Rabu (15/10/2025).

Terlebih lagi, penguatan angin timuran atau Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan hangat membuat awan sulit terbentuk dan radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi dengan maksimal.

WILAYAH YANG TERDAMPAK

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengungkapkan bahwa data BMKG mencatat pengamatan suhu maksimum di atas 35 derajat Celsius menyebar luas di seluruh wilayah Indonesia. Beberapa wilayah yang terdampak suhu panas ini meliputi sebagian besar Nusa Tenggara, Jawa bagian barat hingga timur, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi bagian selatan dan tenggara, serta beberapa wilayah Papua.

Peningkatan suhu berkisar antara 34-37 derajat Celsius terjadi di beberapa wilayah seperti Kalimantan, Papua, Jawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan suhu panas mencapai 35–37 derajat Celsius. Sementara itu, di wilayah Majalengka (Jawa Barat) dan Boven Digoel (Papua) juga menunjukkan peningkatan suhu mencapai 37,6 derajat Celsius.

“Konsistensi tingginya suhu maksimum di banyak wilayah menunjukkan kondisi cuaca panas yang persisten, didukung oleh dominasi massa udara kering dan minimnya tutupan awan,” kata Andri, dikutip dari BMKG, Rabu (15/10/2025).

Cuaca mendung siang hari berpotensi hujan disertai angin di wilayah Jawa Tengah
Cuaca mendung siang hari berpotensi hujan disertai angin di wilayah Jawa Tengah

Selain fenomena cuaca panas ekstrem, BMKG memprediksi adanya potensi hujan lokal akibat aktivitas konvektif ini masih dapat terjadi pada sore hingga malam hari, khususnya di wilayah Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Papua.

PROSPEK CUACA 19-23 OKTOBER 2025

Melansir dari BMKG, dalam periode 19 hingga 23 Oktober, BMKG memberikan prospek cuaca yang terjadi di wilayah Indonesia. Cuaca umumnya akan didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan ringan. Adanya peningkatan hujan berintensitas sedang perlu diwaspadai di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Selain itu, potensi hujan dengan intensitas lebat disertai petir atau kilat dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini siaga (hujan lebat-sangat lebat) di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Barat. Sementara potensi angin kencang dapat terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Selatan.

HIMBAUAN BMKG

Dalam menghadapi fenomena cuaca panas ekstrem, hujan lebat, dan angin kencang ini BMKG memberikan beberapa himbauan kepada masyarakat, di antaranya sebagai berikut:

Informasi yang diberikan BMKG melalui situs web, media sosial, dan aplikasi BMKG akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan cuaca terbaru, sehingga masyarakat dapat terus mengakses informasi penting yang akan terjadi di beberapa hari ke depan. (mg1)

Editor : H. Arif Riyanto
#bmkg #cuaca panas bmkg #panas ekstrem #Cuaca panas ekstrem Indonesia #fenomena cuaca panas #panas berlebihan #Cuaca Panas 2025 #cuaca panas #BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem #BMKG 2025