Oleh : Ade Husnul Khotimah*
RADARMAGELANG.ID, Magelang - Berbagai keluhan pelanggan air perumda air minum atau kerap disebut PDAM menjadi isu serius.
Keluhan pelanggan sering terjadi karena adanya permasalahan jaringan pipa distribusi yang berada di permukiman padat penduduk, jalan utama, atau area yang menggunakan pipa tua.
Pelanggan biasanya melaporkan keluhannya pada musim kemarau ketika tekanan air meningkat atau setelah hujan deras yang membuat tanah bergeser.
Keluhan pelanggan ini terjadi karena pipa yang sudah tua, tekanan air yang tidak stabil, dan kurangnya pemantauan rutin pada jaringan distribusi.
Untuk mengatasi masalah ini PDAM perlu menggunakan teknologi pendeteksi kebocoran, melakukan perawatan berkala, mengganti pipa yang rusak, serta meningkatkan respon cepat terhadap laporan warga agar distribusi efisien kembali stabil.
Teknologi untuk menekan kebocoran air semakin berkembang untuk membantu mengatasi hilangnya air bersih akibat pipa yang retak atau sistem distribusi yang rusak.
Teknologi seperti sensor ultrasonic leak detector dan smart water meter mampu mendeteksi perubahan tekanan serta aliran air secara real time sehingga kebocoran dapat ditemukan lebih cepat.
Sistem teknologi pemantauan berbasis IOT memungkinkan petugas memantau jaringan pipa melalui aplikasi, sehingga lokasi kebocoran bisa diketahui tanpa harus menggali seluruh jalur pipa.
Teknologi ini sangat penting digunakan oleh perusahaan air maupun instalasi distribusi agar kehilangan air dapat diminimalkan, biaya perbaikan berkurang, dan pasokan air tetap lancar kepada masyarakat.
Air merupakan sumber kehidupan yang tidak tergantikan bagi manusia, hewan, dan tumbuhan. Air juga berfungsi dalam proses alam, seperti siklus air yang membantu menjaga kestabilan iklim. Pertanyaannya apakah air yang tersedia di alam merupakan air bersih?
Air yang tersedia di alam harus melalui proses pengolahan agar menjadi air bersih. Banyak masyarakat yang belum paham bahwa air bersih berasal dari air baku, namun air baku bersumber dari mana?
Air baku bersumber dari alam, seperti sungai, danau, mata air. Air baku sangat penting karena diolah menjadi air bersih untuk kebutuhan manusia.
Baca Juga: Program Diskon Perumda Air Minum Tirta Gemilang, Tarik Pelanggan Pasang Sambungan Baru
Kita harus menjaga kebersihan sumber air baku agar tetap layak digunakan dan tidak tercemar. Air baku biasanya mengandung lumpur, mikroorganisme, dan zat kimia yang berpotensi menyebabkan penyakit seperti diare atau tifus.
Jadi air baku harus diolah melalui tahapan penyaringan, pengendapan, koagulasi, filtrasi, dan desinfeksi agar memenuhi standar kesehatan oleh instansi atau lembaga yang bertanggung jawab dalam penyediaan air bersih.
Inatansi atau lembaga yang bertanggung jawab yakni perusahaan umum daerah air minum (PDAM) bertanggung jawab atas pengolahan dan pendistribusian air bersih.
Di PDAM para tenaga ahli di bidang teknik lingkungan dan kimia bertugas mengawasi setiap tahap proses, mulai dari pengambilan air baku hingga pengawasan kualitas air.
Mereka bekerja sama antara petugas lapangan dan teknisi memastikan air yang disalurkan kepada masyarakat aman, bersih, dan sesuai standar kesehatan dan dapat didistribusikan ke masyarakat.
Pengelolaan dan pemeliharaan sistem distribusi air oleh PDAM harus menjadi prioritas utama pemerintah dan masyarakat agar pasokan air bersih tetap stabil serta berkelanjutan.
Air di PDAM sebelum didistribusikan diolah terlebih dulu. Kemudian disimpan di reservoir atau tangki penampungan untuk menjaga tekanan dan ketersediaan.
Sistem distribusi yang baik menggunakan jaringan pipa, pompa, dan tangki agar air dapat mengalir dengan lancar ke seluruh wilayah pelayanan.
Proses distribusi yang efisien memastikan air bersih tersedia dalam jumlah cukup, tekanan stabil, dan kualitas terjaga.
Sehingga perawatan dan pengawasan sistem distribusi sangat penting untuk mencegah kebocoran dan gangguan pasokan air. Mengapa pada sistem distribusi sering terjadi gangguan kebocoran?
Gangguan kebocoran air PDAM biasanya karena pipa yang sudah rapuh, pemasangan yang kurang tepat, serta minimnya pengawasan lapangan.
Kebocoran menyebabkan air terbuang sia-sia, menurunkan tekanan air, dan mengganggu pasokan ke masyarakat.
Pengawasan teknologi seperti sistem deteksi kebocoran berbasis sensor dan digitalisasi jaringan pipa perlu diterapkan agar kebocoran dapat segera diketahui dan diperbaiki. Karena akibat kebocoran, tagihan air meningkat.
Untuk menghindari tagihan air meningkat, penting untuk menggunakan air dengan bijak, menutup keran dan instalasi air dengan rapat, rutin mengecek meteran air.
Juga memisahkan jaringan pipa PDAM dengan sumur bor atau pompa, serta membayar tagihan tepat waktu.
Dengan langkah-langkah ini, pelanggan dapat mengontrol penggunaan air dan menghindari kenaikan tagihan air yang tidak diinginkan.
Apabila terjadi kebocoran, masyarakat dapat melaporkan ke PDAM agar segera diatasi. Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan air bersih di lingkungannya.
Dengan memahami bahwa air merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan, masyarakat akan terdorong untuk lebih bijak dalam menggunakannya.
Sikap peduli ini menjadi dasar dalam menciptakan lingkungan yang berkelanjutan.
Keberhasilan dalam menjaga ketersediaan air sangat bergantung pada kesadaran dan kerja sama seluruh lapisan masyarakat.
Masyarakat, pemerintah, dan PDAM saling bekerja sama, sehingga sistem pengelolaan air yang tangguh dapat terwujud. Air bersih akan tetap tersedia bagi generasi sekarang maupun yang akan datang. (*/lis)
*Mahasiswa D3 Prodi Teknik Lingkungan Akademi Teknik Tirta Wiyata, Magelang
Editor : Lis Retno Wibowo