Puluhan Tenda Pendaki di Gunung Sumbing Diterjang Puting Beliung, Terbang hingga 2 Km

Sigit Rahmanto • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:56 WIB
Angin puting beliung tiba-tiba mengamuk dan menerbangkan puluhan tenda milik pendaki hingga sejauh dua kilometer di pendakian Gunung Sumbing via Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Wonosobo, Selasa (13/10/2026). (Istimewa)
Angin puting beliung tiba-tiba mengamuk dan menerbangkan puluhan tenda milik pendaki hingga sejauh dua kilometer di pendakian Gunung Sumbing via Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Wonosobo, Selasa (13/10/2026). (Istimewa)  

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Fenomena alam tak terduga menerpa kawasan pendaftaran dan persiapan pendakian Gunung Sumbing via Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Wonosobo, Selasa (13/10/2026).

Angin puting beliung tiba-tiba mengamuk dan menerbangkan puluhan tenda milik pendaki hingga sejauh dua kilometer.

Peristiwa yang sempat direkam warga dan viral di media sosial tersebut terjadi pada Selasa siang sekitar pukul 12.00.

Saat kejadian, cuaca di kawasan lereng gunung sejatinya dalam kondisi cerah. Puluhan tenda yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan pendakian massal sedang dibersihkan dan dijemur oleh pengelola di area terbuka basecamp.

Tanpa diduga, pusaran angin kencang datang secara mendadak. Hanya dalam durasi sekitar 15 menit, pusaran angin langsung menyapu dan mengangkat puluhan tenda yang sedang dijemur ke udara.

"Anginnya datang tiba-tiba saat cuaca sedang cerah. Tenda-tenda yang dijemur langsung terangkat dan berterbangan keluar dari area basecamp," ujar pengelola basecamp pendakian Gunung Sumbing via Garung, Misdin.

Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 50 unit tenda mengalami kerusakan mendasar, terutama pada bagian rangka (frame) yang patah dan bengkok.

Tak hanya itu, sekitar 25 tenda terbawa angin hingga terhempas jauh, beberapa di antaranya ditemukan hingga radius dua kilometer dari lokasi basecamp.

Meski menimbulkan kerugian material berupa kerusakan perlengkapan pendakian, pihak pengelola memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah ini.

Pasalnya, saat angin kencang menerjang, tenda-tenda tersebut dalam keadaan kosong dan sedang tidak dihuni oleh para pendaki.

Adanya peristiwa tersebut musti jadi pengingat bagi pengelola maupun para pencinta alam mengenai potensi perubahan cuaca ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah pegunungan.

Saat ini, pengelola basecamp masih melakukan inventarisasi dan pembenahan fasilitas perlengkapan yang terdampak. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
tenda kabur pendakian gunung sumbing angin puting beliung