RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo kembali melakukan jemput bola demi mendekatkan akses layanan publik kepada masyarakat.
Lewat program Mal Pelayanan Publik (MPP) Bergerak dalam Gerakan Pelayanan Terpadu Masyarakat (Gerdumas), belasan jenis layanan disajikan langsung di Atrium Pasar Induk Wonosobo sejak Rabu (7/10) hingga Kamis (8/10/2026).
Langkah agresif ini diambil untuk menyasar para pedagang pasar yang selama ini terkendala waktu maupun pemahaman teknologi.
Tanpa perlu meninggalkan lapak dagangan dalam waktu lama, para pedagang kini bisa mengurus nomor induk berusaha (NIB), dokumen kependudukan, pajak kendaraan, hingga melakukan cek kesehatan gratis.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Wonosobo, Retno Eko Syafariati Nugraheni mengatakan, tingkat kepemilikan legalitas usaha di kalangan pedagang pasar tradisional masih amat minim.
Baca Juga: Kerja Sama dengan Kantor Imigrasi Wonosobo, MPP Temanggung Buka Layanan Paspor
Dari total sekitar 4.000 pedagang terdaftar di Pasar Induk Wonosobo, baru 11 pedagang yang mengantongi NIB untuk kriteria usaha mikro berisiko rendah.
Kondisi serupa terjadi di Pasar Garung, yang baru 7 dari 551 pedagang yang terdata memiliki NIB.
"Banyak pedagang yang belum paham prosedur perizinan berbasis digital saat ini. Sebagian besar masih menganggap izin lama seperti SIUP masih berlaku, padahal sistem perizinan usaha kini sudah terintegrasi melalui NIB," ujar Retno.
Padahal, lanjut Retno, kepemilikan NIB menjadi syarat krusial bagi pelaku usaha mikro untuk mengakses berbagai fasilitas pendukung dari pemerintah, termasuk kemudahan kemitraan dan bantuan permodalan.
"Maka kami bersama tim memutuskan langsung turun ke bawah menyasar pusat keramaian," tegasnya.
Kehadiran MPP Bergerak ini disambut antusias warga. Sartofi Lukman, salah satu pengunjung pasar, mengaku sangat terbantu saat mengurus NIB untuk usaha jasa fotokopi yang hendak dirintisnya.
"Sebelumnya mau urus online sempat kesulitan karena keterbatasan alat. Pas tahu info dari media sosial ada layanan ini, saya langsung datang. Petugasnya cepat dan langsung didampingi sampai selesai," ungkapnya.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menegaskan, strategi ini menjadi komitmen pemerintah daerah untuk memangkas sekat birokrasi.
Ia berharap kemudahan ini dapat memberikan dampak ganda bagi denyut perekonomian di pasar tradisional.
"Kami ingin mendekatkan pelayanan langsung ke pusat aktivitas warga. Harapannya, selain mempermudah urusan administrasi pedagang dan pengunjung, kehadiran fasilitas ini juga mendorong Pasar Induk Wonosobo semakin ramai transaksi," pungkas Afif. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo