Lima Hari Petugas Gabungan Padamkan Karhutla Bukit Blewuk Perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Kebumen

Sigit Rahmanto • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 23:23 WIB
Petugas gabungan saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kawasan Bukit Blewuk.
Petugas gabungan saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kawasan Bukit Blewuk.  

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo--Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Bukit Blewuk, Hutan Pinus Perhutani di perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Kebumen, akhirnya resmi dinyatakan padam total pada Sabtu (26/9/2026) sore.

Petugas gabungan menghentikan operasi setelah lima hari berjibaku melawan kobaran api yang menghanguskan sekitar 7 hektare lahan.

Lahan terdampak mencakup Petak 13.F dan 13.G RPH Ngadisono, KPH Kebumen, BKPH Kedu Selatan. Area ini membentang di Desa Kaliguwo, Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo hingga kawasan Kedunggong, Kecamatan Sadang, Kebumen.

Koordinator RPB SAR Kecamatan Kaliwiro Habib mengatakan, seluruh titik api maupun bara asap telah berhasil dipadamkan secara menyeluruh usai penyisiran ketat di hari terakhir operasi.

"Hasil operasi hari kelima, tim gabungan dari Perhutani, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat telah melakukan penyisiran total serta pendinginan. Kondisi saat ini sudah aman terkendali, sehingga posko tanggap darurat resmi kami tutup," ujar Habib saat dikonfirmasi, Minggu (27/9/2026).

Habib menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Kendati demikian, proses pemadaman sempat berlangsung alot dan penuh risiko sejak api pertama kali berkobar pada Selasa (22/9/2026) siang sekitar pukul 12.00.

Upaya penjinakan si jago merah membutuhkan perjuangan ekstra lantaran kendala cuaca ekstrem dan medan yang terjal. Pada hari pertama dan kedua (22–23/9/2026), angin kencang serta suhu udara yang panas membuat api cepat merambat. Tak hanya itu, deretan pohon pinus yang tumbang satu per satu mengancam keselamatan personel.

Situasi berbahaya tersebut sempat memaksa ratusan petugas gabungan ditarik mundur demi keselamatan jiwa.

"Api saat itu sangat besar dan menyebar cepat. Pohon-pohon pinus mulai tumbang, sehingga operasi sempat kami hentikan sementara untuk evaluasi dan penetapan strategi baru," jelas Habib.

Titik terang baru terlihat pada hari keempat, Jumat (25/9/2026). Tim gabungan memperkuat alokasi armada pemadam dengan mengoperasikan dua unit water pump (alkon), satu unit jetstream, lima unit sprayer, serta satu unit water pump portable. Penggunaan alat mekanis yang dipadukan dengan teknik manual tersebut berhasil menekan pergerakan api hingga 90 persen.

Penyisiran akhir pada Sabtu (26/9/2026) memastikan tidak ada lagi sisa bara api di bawah tegakan pinus yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Meski posko utama telah ditutup dan operasi penanganan dinyatakan selesai, pihak RPB SAR Kaliwiro bersama Perhutani dan instansi terkait tetap menyiagakan personel untuk melakukan pemantauan berkala di lokasi kejadian.

"Pemantauan tetap berjalan. Jika sewaktu-waktu ditemukan potensi penyalaan api kembali, status tanggap darurat akan langsung kami aktifkan ulang," pungkasnya.(git/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
pemadaman kebumen kebakaran wonosobo karhutla