RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Kobaran api yang membakar hutan Kaliguwo, Kecamatan Kaliwiro, diprediksi telah menembus lebih dari 4 hektare, masih belum bisa dikendalikan.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi terbaru, proses pemadaman memakan waktu panjang.
Api diprediksi baru bisa mereda paling cepat satu minggu sejak titik api pertama kali muncul.
Kondisi di lapangan memang tergolong sangat ekstrem. Ada dua faktor utama yang membuat petugas kewalahan menundukkan si jago merah.
Pertama, letak titik kebakaran berada di kawasan dataran tinggi dan puncak perbukitan yang sangat sulit dijangkau.
Sehingga tim di lapangan mengalami krisis pasokan air untuk melakukan penyiraman.
Baca Juga: Hutan Kaliwiro Wonosobo Terbakar Hebat, Meluas hingga Wilayah Kebumen
Kedua, kombinasi cuaca kemarau yang membuat serasah daun mengering sempurna serta hembusan angin kencang di ketinggian.
Hal ini memicu gesekan dan mempercepat rambatan api hingga meloncat ke area hutan lainnya dalam hitungan menit.
Di tengah situasi yang kian mengkhawatirkan tersebut, seluruh pasukan tim gabungan terpaksa ditarik mundur secara mendadak pada Kamis (24/9/2026).
Penarikan ini dilakukan setelah Perhutani menyatakan bakal menyelesaikan penanganan karhutla tersebut secara internal.
Padahal, dari jarak jauh kepulan asap hitam tebal masih terlihat membumbung tinggi. Kobaran api juga tampak terus membesar menembus vegetasi hutan.
aat ini, ratusan personel dari berbagai unsur SAR dan relawan hanya bisa tertahan dan menunggu perkembangan lebih lanjut.
Koordinator RPB SAR Kaliwiro Habib mengonfirmasi bahwa keputusan penarikan personel gabungan telah diketahui oleh Camat Kaliwiro.
"Hasil keputusan per hari ini, RENOPS pemadaman disepakati hanya dilaksanakan oleh internal Perhutani. Seluruh tim gabungan ditarik mundur dan sementara ini hanya melakukan pemantauan dari jarak aman sembari bersiaga menunggu instruksi berikutnya," terang Habib, Kamis (24/9/2026).
Mengenai total area terdampak, Habib menyebutkan bahwa estimasi awal pada Rabu (23/9/2026) sore sudah menyentuh 4 hingga 7 hektare.
Namun, melihat dahsyatnya laju angin dan tumpukan bahan bakar alami yang kering di atas bukit per hari ini, luasan lahan yang terbakar dipastikan melonjak.
"Dengan kendala akses air di atas bukit dan pergerakan angin yang cepat, kami belum bisa memprediksi angka pasti perluasan kebakaran saat ini. Data pembaruan akan terus kami himpun begitu ada laporan resmi lanjutan," tutupnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo