Penyaluran Kredit UMKM PT BPR BKK Wonosobo (Perseroda) Capai 64,18 Persen

H. Arif Riyanto • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 21:53 WIB
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat saat melepas peserta fun walk BPR BKK Wonosobo yang diikuti lebih dari 3.000 peserta, Minggu (20/9/2026).
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat saat melepas peserta fun walk BPR BKK Wonosobo yang diikuti lebih dari 3.000 peserta, Minggu (20/9/2026).

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo— PT BPR BKK Wonosobo (Perseroda) terus memperkuat perannya sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah melalui peningkatan akses layanan perbankan, penyaluran kredit bagi masyarakat dan UMKM, serta penguatan literasi dan inklusi keuangan.

Komitmen tersebut tercermin dalam pelaksanaan Gebyar Undian Tabungan Tamades dan Deposito PT BPR BKK Wonosobo Tahun 2026 yang digelar di Sasana Adipura Kencana, Wonosobo, Minggu (20/9/2026).

Dalam arahannya, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan dan pengembangan PT BPR BKK Wonosobo sebagai lembaga keuangan daerah yang memiliki peran dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan.

Menurutnya, semakin terbukanya akses masyarakat terhadap layanan kredit dan produk perbankan lainnya, ditambah jaringan kantor PT BPR BKK Wonosobo yang tersebar di sejumlah kecamatan, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan perekonomian Kabupaten Wonosobo.

Ia juga menilai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan layanan perbankan sekaligus mendorong budaya menabung dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan finansial.

Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah KabupatenWonosobo Mohamad Kristijadi menambahkan, PT BPR BKK Wonosobo yang merupakan institusi perbankan milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo memiliki posisi strategis sebagai salah satu elemen penopang perekonomian daerah.

Menurut Kristijadi, peran tersebut tercermin dari perkembangan kinerja PT BPR BKK Wonosobo yang menunjukkan kemajuan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Penempatan dana masyarakat termasuk penyaluran kredit telah mencapai Rp233,7 miliar, tabungan sebesar Rp122,2 miliar, deposito sebesar Rp84 miliar, serta mencatatkan laba berjalan sebesar Rp4,5 miliar.Capaian ini tentunya patut diapresiasi,” ujarnya saat sambutan di Gebyar Undian. 

Ia juga mengapresiasi dukungan PT BPR BKK Wonosobo terhadap program pemerintah dan perekonomian masyarakat melalui penyaluran kredit pada berbagai sektor ekonomi.

Salah satunya adalah sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang menurutnya telah mencapai 64,18 persen dari penyaluran kredit.

Ke depan, Kristijadi berharap kontribusi tersebut dapat semakin diperkuat, termasuk melalui penyaluran KUR Daerah Tahun 2026, sehingga PT BPR BKK Wonosobo dapat semakin berperan dalam mendukung perkembangan UMKM sebagai salah satu penyangga ekonomi masyarakat.

“Saya berpesan agar seluruh jajaran BPR BKK Wonosobo terus memegang prinsip kehati-hatian, tertib administrasi, menjaga kesehatan bank, serta memastikan penerapan tata kelola yang baik dan zero fraud. Kepercayaan masyarakat adalah modal utama yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Di tengah perkembangan industri keuangan dan teknologi yang semakin pesat, ia juga mendorong PT BPR BKK Wonosobo untuk terus melakukan transformasi, baik melalui digitalisasi layanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, maupun penguatan literasi keuangan masyarakat.

Direktur Utama PT BPR BKK Wonosobo Darsono mengatakan Gebyar Undian Tamades 2026 merupakan bentuk apresiasi kepada para nasabah yang selama ini telah mempercayakan layanan perbankannya kepada BPR BKK Wonosobo.

“Tahun ini kami memberikan apresiasi kepada para nasabah penabung melalui hadiah utama satu unit mobil Ayla, sembilan sepeda motor Revo, sembilan kulkas, sembilan Smart TV, sembilan mesin cuci, sertaberbagai hadiah lainnya,” jelas Darsono.

Ia menambahkan, pelaksanaan undian tahun ini tidakhanya berfokus pada pengundian hadiah, tetapi dikemas dalam berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Selain fun walk yang diikuti lebih dari 3.000 peserta, BPR BKK Wonosobo juga menyediakan 3.000 porsi mi ayam gratis dengan melibatkan para pedagang mi ayam sebagai bagian dari upaya mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM sektor kuliner.

Tidak hanya memberikan ruang promosi dan kesempatan berjualan, BPR BKK Wonosobo juga memfasilitasi para pedagang mi ayam dalam proses pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal. 

Fasilitasi tersebut merupakan bagian dari upaya untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan legalitas dan kelengkapan usahanya, sehingga diharapkan dapat semakin berkembang dan memiliki akses yang lebih luas terhadap berbagai program pemberdayaan maupun pembiayaan.

“Kami berupaya membantu UMKM di Kabupaten Wonosobo, khususnya sektor kuliner. Kami ingin memotivasi dan memberikan solusi kepada para pedagang agar tetap semangat, bangkit, serta dapat tumbuh dan berkembang bersama kami,” ujar Darsono.

Selain dukungan kepada pelaku UMKM, BPR BKK Wonosobo juga menyalurkan bantuan CSR di bidang pendidikan bagi pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.

Total bantuan yang diberikan mencapai Rp47 juta, yang terdiri atas: 16 siswa jenjang SMK dengan total bantuan Rp24 juta; 15 siswa jenjang SMP dengan total bantuan Rp15 juta; 10 siswa jenjang SD dengan total bantuan Rp6 juta; dan 5 siswa jenjang TK dengan total bantuan Rp2 juta.

Program CSR pendidikan tersebut merupakan bentuk kepedulian BPR BKK Wonosobo terhadap akses dan keberlanjutan pendidikan masyarakat, sekaligus bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat sosial bagi masyarakat Kabupaten Wonosobo.

Darsono menjelaskan, dari sisi partisipasi nasabah, undian Tamades tahun ini melibatkan 15.981 rekening, dengan total saldo mencapaiRp149.636.244.740.

“Ini merupakan bentuk kepercayaan masyarakatkepada kami yang tentu harus kami jaga. Karena itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk terusmendekatkan BPR BKK Wonosobo denganmasyarakat,” katanya.

Darsono mengatakan seluruh rangkaian kegiatan sengaja dikemas dalam konsep yang lebih terbuka dan meriah, menyerupai festival kuliner dan hiburan rakyat.

Selain berbagai stand kuliner dan layanan, masyarakatjuga mendapatkan hiburan hingga sore hari denganpenampilan Saleho.

“Kami kemas seperti festival kuliner dan hiburan. Harapan kami terjadi interaksi antara masyarakat, BPR BKK Wonosobo, serta jajaran pemerintah daerah, sehingga bersama-sama dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Wonosobo,” tuturDarsono.

Lebih jauh, ia berharap masyarakat semakin mengenalPT BPR BKK Wonosobo sebagai Bank Perekonomian  Rakyat milik pemerintah daerah yang dapat menjadi mitra masyarakat, baik dalam kebutuhan permodalan maupun dalam membangun budaya menabung.

“Kami berharap masyarakat dapat menerima kami sebagai Bank Perekonomian Rakyat milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, sehingga kami bisa bersinergi, baik dalam hal pinjaman modal kerja, menabung, maupun pelayanan-pelayanan lain yang kami miliki,” ujarnya.

Di sisi lain, kegiatan Gebyar Undian Tamades jugadimanfaatkan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat agar semakin memahami produk dan layanan perbankan, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik investasi ilegal dan pinjaman dari bank keliling atau rentenir yang berpotensi merugikan masyarakat.

Penguatan peran tersebut menjadi semakin penting seiring dengan rencana penataan dan integrasi BPR BKK di Jawa Tengah sesuai dengan regulasi OJK.

Mulai tahun depan, BPR BKK Wonosobo direncanakan bergabung dalam proses merger menjadi BPR BKK Jawa Tengah.

Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan kelembagaan dan kapasitas BPR BKK dalam memberikan layanan keuangan kepada masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan peran BPR milik pemerintah daerah dalam mendukungperekonomian lokal.

Melalui momentum Gebyar Undian Tamades 2026, PT BPR BKK Wonosobo tidak hanya memberikan apresiasi kepada nasabah, tetapi juga memperkuat pesan bahwa perbankan daerah dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat mendorong budaya menabung, memperluas akses pembiayaan, mendukung UMKM, serta bersama-sama membangun perekonomian Kabupaten Wonosobo. (*/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
BPR BKK Wonosobo Tamades fun walk Afif Nurhidayat Bupati wonosobo