Kawasan Dieng Jadi Pilot Project GI Tourism

Sigit Rahmanto • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 19:10 WIB
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI bertemu dengan jajaran Pemkab Wonosobo, Selasa (15/9/2026). (Diskominfo Wonosobo for Jawa Pos Radar Magelang)
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI bertemu dengan jajaran Pemkab Wonosobo, Selasa (15/9/2026). (Diskominfo Wonosobo for Jawa Pos Radar Magelang)

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Pemerintah Kabupaten Wonosobo menerima audiensi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI di Kantor Bupati Wonosobo, Selasa (15/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas pengembangan program Geographical Indication (GI) Tourism atau pariwisata berbasis Indikasi Geografis (IG) di kawasan Dieng.

Langkah ini menjadi sinergi penting pemerintah pusat dan daerah untuk mengoptimalkan potensi produk unggulan lokal.

Konsep GI Tourism tidak sekadar menjual pemandangan alam, tetapi mengintegrasikan kekhasan produk, budaya, gastronomi, pemberdayaan masyarakat, serta perlindungan kekayaan intelektual.

Plh Sekretaris Daerah Wonosobo M. Kristijadi mendukung penuh inisiatif DJKI. Menurutnya, kekayaan alam dan produk lokal Dieng merupakan modal kuat dalam membentuk identitas daerah dan memberikan pengalaman wisata yang berkesan.

"Prinsipnya Pemkab Wonosobo sangat menyambut baik. Potensi daerah yang memiliki keterkaitan erat dengan wilayah Dieng perlu kita jaga, kembangkan, dan manfaatkan bersama," ujar Kritijadi.

Ia menyebut komoditas seperti Carica Dieng, Purwaceng Dieng, dan Kopi Arabika sebagai pilar utama ekosistem GI Tourism.

Baca Juga: Dieng Culture Festival 2026, Harmoni Budaya di Atas Awan

Carica telah berkembang pesat dengan berbagai olahan turunan. Sementara Purwaceng dinilai masih memerlukan penguatan dari sisi rantai pasok dan pemasaran.

"Hilirisasi Purwaceng mulai tumbuh, misalnya racikan minuman campuran kopi. Perlindungan Indikasi Geografis ini jadi instrumen penting untuk menjaga reputasi dan nilai tambah produk lokal kita," tambahnya.

Direktur Merek dan Indikasi Geografis DJKI Fajar Sulaeman Taman menjelaskan, GI Tourism bertujuan mengubah cara pandang wisatawan dari sekadar berfoto menjadi mengalami langsung cerita di balik sebuah produk (origin).

Wisatawan diajak berinteraksi dengan petani, melihat proses produksi, hingga mencicipi langsung di tempat asal.

"Kami ingin memberi pengalaman lengkap. Wisatawan belajar, bertemu masyarakat, melihat proses pembuatan, lalu membawa pulang produk dan ceritanya. Indikasi Geografis itu membawa reputasi daerah bahkan nama Indonesia," terang Fajar.

Kawasan Dieng dipilih sebagai pilot project nasional karena memiliki kombinasi unik antara lanskap alam, budaya, dan tiga produk berlabel IG: Kopi Arabika Pegunungan Dieng, Carica Dieng, serta Purwaceng Dieng.

Ketiga produk tersebut bakal dirangkai dalam paket wisata edukatif, mulai dari proses petik kopi, pengolahan buah carica, hingga pengenalan sejarah dan tradisi tanaman herbal purwaceng. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
pilot project GI tourism kawasan Dieng M Kristijadi purwaceng