Bidik Proyek Strategis Nasional, Pemkab Wonosobo Siapkan Serayu Jadi Pusat Agro Energi

Sigit Rahmanto • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 19:56 WIB
Kunjungan kerja PAU Kementerian PPN/Bappenas dalam rangka pembahasan SAEEC dan inisiasi pengembangan PSN Serayu, kemarin (11/9/2026) di Ruang Mangunkusuma Wonosobo. (Diskominfo Wonosobo for Jawa Pos Radar Magelang)
Kunjungan kerja PAU Kementerian PPN/Bappenas dalam rangka pembahasan SAEEC dan inisiasi pengembangan PSN Serayu, kemarin (11/9/2026) di Ruang Mangunkusuma Wonosobo. (Diskominfo Wonosobo for Jawa Pos Radar Magelang)

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo bersiap melompat lebih jauh dalam skema pembangunan nasional.

Melalui usulan Serayu Agro Energy Edutourism Corridor (SAEEC), Pemkab mengincar status proyek strategis nasional (PSN) untuk penataan dan pemanfaatan Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu dari hulu hingga hilir.

Langkah agresif ini mendapat lampu hijau langsung dari Kementerian PPN/Bappenas saat kunjungan kerja Perencana Ahli Utama (PAU) Bappenas di Ruang Mangunkusuma, Wonosobo, Jumat (11/9/2026).

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menegaskan, Sungai Serayu tidak boleh lagi dipandang sekadar batasan administratif atau bentang alam biasa.

Serayu harus diposisikan sebagai satu kesatuan ruang kehidupan yang mengintegrasikan sektor pangan, air, energi, hingga pariwisata.

Baca Juga: Cek Tebing Rawan Longsor Tergerus Aliran Sungai di Desa Pagersari Mungkid, Bupati Magelang Grengseng Minta BBWS Serayu Opak Siapkan Bronjong

"Kita ingin membangun satu ekosistem di mana air menghasilkan energi, energi menguatkan pangan, pangan menggerakkan ekonomi, dan semuanya tetap menjaga ekosistem," ujar Afif.

Sebagai langkah awal, Pemkab Wonosobo menyiapkan Desa Mergosari, Kecamatan Sukoharjo, sebagai pilot project SAEEC. Konsep ini mengusung pendekatan Water-Energy-Food-Ecosystem (WEFE) Nexus. Potensi arus Sungai Serayu bakal dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

Hasil energi bersih itu dialokasikan langsung untuk menggerakkan roda ekonomi warga. Mulai dari operasional cold storage pertanian, pengeringan hasil panen, penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pengolahan sampah, rantai pasok program makan bergizi gratis (MBG), hingga moda transportasi listrik untuk wisata rafting.

"Pengembangan ini sejalan dengan posisi Wonosobo dalam Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi (KSPAE) Dieng-Serayu-Bogowonto pada RPJMN 2025–2029," tambah bupati.

Tak hanya Serayu, Pemkab juga mendorong percepatan Geopark Nasional Dieng menuju UNESCO Global Geopark (UGG). Sinyal positif dilontarkan Direktur Sumber Daya Energi Mineral dan Pertambangan Bappenas, Togu Santoso Pardede.

Pihaknya menilai Wonosobo memiliki paket komplit mulai dari EBT panas bumi, energi air, hingga warisan geologi.

"Pertanian, pariwisata, dan energi tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Pendekatan nexus di Wonosobo ini sangat tepat.

Dari potensi alam menjadi energi, energi menjadi produktivitas, dan ujungnya adalah kesejahteraan masyarakat," jelas Togu.

Bappenas pun meminta Pemkab Wonosobo segera merampungkan pipeline proyek agar siap masuk tahap investasi.

Bappenas siap mengorkestrasi pendanaan lintas sektor, baik dari APBN, APBD provinsi/daerah, BUMN, hingga swasta.

Kepala Bappeda Wonosobo Tono Prihantono optimistis, masuknya Bappenas akan mempercepat integrasi program pusat dan daerah.

Pemanfaatan EBT murah dipastikan menjadi game changer bagi daya saing UMKM dan pertanian lokal di sepanjang koridor Serayu. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
proyek strategi nasional Serayu Agro Energy Edutourism Corridor (SAEEC) Sungai Serayu BUpati Wonosobo afif Nurhidayat DAS Serayu