RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Terobosan baru dilakukan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo.
Untuk memperkuat upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), Kantor Imigrasi Wonosobo membentuk empat desa binaan.
Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpas) bakal diterjunkan di empat desa binaan yang telah menjalin kerja sama tersebut.
Baca Juga: Mudahkan Jemaah Haji 2027, Imigrasi Wonosobo Jemput Bola Layani Pembuatan Paspor di Temanggung
Langkah ini sekaligus menghadirkan literasi keimigrasian yang lebih pasti dan aman bagi masyarakat.
Adapun empat desa tersebut adalah Desa Jlamprang, Kledung, Pakuncen dan Desa Kuripan.
Kerja sama ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) desa binaan Imigrasi, sekaligus sosialisasi bertajuk "Kiat Bekerja di Luar Negeri secara Prosedural, Bersama Mencegah TPPO/TPPM" di Dewani View Resto & Cafe, Wonosobo, Kamis (3/9/2026).
Dengan kerja sama ini, Kantor Imigrasi Wonosobo menghadirkan Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) sebagai garda terdepan dalam memberikan pemahaman serta literasi keimigrasian yang lebih pasti dan aman bagi masyarakat desa.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo, Taufan, menegaskan komitmen Imigrasi untuk membentengi masyarakat dari jeratan sindikat penyalur tenaga kerja ilegal maupun calo nakal melalui penguatan literasi keimigrasian.
"Pembentukan desa binaan Imigrasi ini adalah langkah konkret kami untuk hadir langsung di tengah masyarakat.
Kami ingin memastikan warga desa, khususnya di Pakuncen, Kuripan, Jlamprang, dan Kledung, untuk dapat memahami prosedur resmi bekerja di luar negeri serta hak-hak keimigrasiannya.
Sehingga tidak ada lagi yang menjadi korban penipuan maupun perdagangan orang," ujar Taufan usai penandatangan kerja sama yang dilakukan dengan Sulaiman sebagai Kepala Desa Jlamprang, Samali kepala Desa Kledung, Ali kepala Desa Pakuncen, dan Kepala Desa Kuripan yang diwakili oleh perangkat desa, Misro.
Pada kesempatan tersebut, selain penandatanganan PKS, juga diadakan sosialisasi mengenai keimigrasian dan tenaga kerja oleh Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Suwandono, serta perwakilan Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja (Disnakertans) Kabupaten Wonosobo, Dwi Sulistiyani. (rls/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo