RADARMAGELANG.ID, Wonosobo— Suasana Bumi Perkemahan Jlamprang, Kecamatan Wonosobo, mendadak riuh pada Kamis-Sabtu (3-5/9/2026).
Sebanyak 3.164 anggota Pramuka dari berbagai sekolah dan madrasah di bawah naungan LP Ma’arif PCNU Wonosobo mengikuti Perkemahan Bhakti dan Giat Prestasi Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU (Perbhasama) III.
Kegiatan seru ini melibatkan tingkatan Pramuka Penggalang dan Penegak.
Mengusung tema “Pramuka Aswaja Bersinergi Mewujudkan Generasi Mandiri, Tangguh dan Berprestasi”, ajang ini dirancang sebagai wadah pembentukan karakter tangguh anak muda lokal.
Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein menegaskan pentingnya gerakan Pramuka di era gempuran arus informasi yang kian cepat.
Menurutnya, kepramukaan menjadi benteng efektif dalam menyaring dampak negatif teknologi.
Baca Juga: Kwarcab Wonosobo Komitmen Bawa Pramuka Lebih Kreatif, Relevan dengan Zaman
"Pengetahuan semakin mudah diperoleh, tetapi kemampuan menyaring informasi, membangun karakter, menghargai orang lain, dan mengambil keputusan dengan tanggung jawab tetap harus dilatih," ujar Amir.
Amir menambahkan, nilai-nilai moral dan mentalitas tersebut tidak cukup sekadar diteorikan di dalam kelas, melainkan harus ditempa melalui pengalaman langsung di lapangan.
Pemkab Wonosobo menilai pembinaan generasi muda sebagai investasi krusial dalam pembangunan daerah.
Meski begitu, Amir mengingatkan bahwa urusan mencetak karakter anak muda tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan butuh sinergi antara sekolah, keluarga, organisasi, dan lingkungan sekitar.
"Hari ini kita tidak sedang berbicara tentang masa depan yang jauh. Kita sedang menyiapkan orang-orang yang kelak akan mengisi masa depan Wonosobo," tegasnya.
Selama agenda berlangsung, panitia menyuguhkan 15 jenis kegiatan variatif.
Mulai dari ajang adu kecerdasan seperti olimpiade dan lomba cerdas cermat (LCC) Sako Ma’arif NU, kompetisi edukatif roket air, scouting skill, peraturan baris-berbaris (PBB), hingga pionering.
Tak ketinggalan, panggung pentas budaya, giat bakti lingkungan, serta agenda keagamaan dan olahraga turut menyemarakkan atmosfer perkemahan di kawasan dingin tersebut. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo