Sisir Kasus Kaki Bengkok sejak Dini, Polres Wonosobo Gandeng Dinkes dan RS PKU Muhammadiyah

Sigit Rahmanto • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 17:07 WIB
Dinkes Wonosobo, Polres Wonosobo dan RSU PKU Muhammadiyah berkolaborasi dalam program Peduli CTEV. (Istimewa)
Dinkes Wonosobo, Polres Wonosobo dan RSU PKU Muhammadiyah berkolaborasi dalam program Peduli CTEV. (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Angka kasus Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) atau kelainan kaki bengkok pada bayi dan anak di Kabupaten Wonosobo mendapat perhatian khusus.

Langkah konkret penanganan dini diinisiasi melalui sinergi Polres Wonosobo, Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, dan RS PKU Muhammadiyah Wonosobo dengan meluncurkan Program Polres Wonosobo Peduli CTEV pada Selasa (1/9/2026).

Program ini dirancang untuk mendorong penanganan medis sedini mungkin bagi anak-anak yang mengalami kelainan tumbuh kembang tersebut.

Dalam peluncuran yang dirangkaikan dengan kegiatan sosialisasi ini, jajaran Bhabinkamtibmas Polres Wonosobo dikerahkan sebagai garda terdepan di lapangan. 

Baca Juga: RS PKU Muhammadiyah Wonosobo Buka Layanan Baru: Sinergikan Pengobatan Modern dan Tradisional

Para personel dibekali buku saku khusus CTEV yang memuat panduan pengenalan gejala, pentingnya pencegahan sejak bayi, hingga prosedur rujukan medis.

Plh Wakapolres Wonosobo Kompol Nuryawan Eko Ramdani menegaskan kepolisian tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga aktif memfasilitasi akses pelayanan kesehatan masyarakat.

"Melalui program ini, kami ingin Bhabinkamtibmas menjadi penghubung informasi dan membantu masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan, khususnya bagi anak-anak dengan CTEV," ujar Nuryawan.

Dikatakan, intervensi medis pada kasus kaki bengkok sangat bergantung pada kecepatan deteksi awal.

Semakin cepat kondisi fisik bayi diidentifikasi oleh orang tua maupun tenaga lapangan, peluang pemulihan fungsi kaki anak melalui terapi rutin akan semakin optimal.

"Deteksi dini sangat penting. Semakin cepat diketahui dan ditangani, peluang anak mendapatkan penanganan yang optimal juga semakin besar. Kami mengajak orang tua untuk tidak ragu memeriksakan anak," imbuhnya.

Ia menekankan agar program kolaboratif antara aparat, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan ini tidak berhenti sebatas seremonial semata. Tetapi terus berjalan secara berkelanjutan di seluruh desa binaan. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
anak kaki bengkok CTEV RSU PKU Muhammadiyah Wonosobo dinas kesehatan Polres Wonosobo