RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo ogah setengah-setengah dalam menata wajah kota sekaligus mengamankan fasilitas umum.
Lewat gerakan Babat Beset (Go Babe), korps dinas teknis itu terus menggenjot aksi gotong royong terpadu untuk menyapu bersih potensi gangguan infrastruktur. Mulai dari jalan raya hingga kawasan pedestrian.
Kepala DPUPR Kabupaten Wonosobo Nurudin Ardiyanto menegaskan, konsistensi gerakan Go Babe difokuskan pada penanganan titik-titik krusial yang berdampak langsung pada aktivitas masyarakat harian.
"Gerakan ini pemicu gotong royong peduli lingkungan. Lewat penanganan terjadwal di berbagai titik, kami ingin menumbuhkan kembali kesadaran warga untuk ikut memiliki dan merawat fasilitas umum," tegas Nurudin, Senin (31/8/2026).
Baca Juga: Galakkan Go Babe, Warga Gotong Royong Bersihkan Jalur Wisata Dieng
Rangkaian eksekusi di lapangan disebar ke berbagai zona strategis. Di kawasan perkotaan misalnya, tim difokuskan membenahi ruang publik seperti jalur pedestrian di seputar Alun-Alun Wonosobo.
Akses pejalan kaki mulai dari depan SMPN 1 hingga depan kantor Bappeda disisir total dan dicuci bersih guna memusnahkan endapan lumut licin.
"Trotoar bersih bukan sekadar urusan estetika tata ruang, melainkan keselamatan publik.
Ini krusial agar pejalan kaki, termasuk saudara-saudara kita para penyandang disabilitas, bisa melintas dengan aman dan nyaman," tambahnya.
Penetrasi Go Babe juga menjangkau jaringan jalan vital. Contohnya pada Go Babe Putaran 11. DPUPR menerjunkan personel untuk mengintervensi ruas Jalan Ki Hajar Dewantara (ruas 034) sepanjang 2.210 meter.
Di lokasi tersebut, aksi bergerak multisektor. Personel DPUPR bahu-membahu bersama warga Kelurahan Jaraksari, Babinsa, hingga jajaran BPBD Wonosobo.
Pekerjaan menyasar pembesetan bahu jalan yang meninggi, pemangkasan rumput liar, hingga pengerukan sedimen drainase yang berpotensi memicu genangan saat hujan deras. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo