Tiga Destinasi Wisata Uji Coba QRIS : Gelanggang Renang Mangli, Kalianget, dan Wisata Bukit Telaga Menjer

Sigit Rahmanto • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:52 WIB


Forum konsultasi publik Disparbud Wonosobo mengenai uiji coba digitalisasi tiket wisata melalui QRIS, pada Kamis (27/8) di Bukit Telaga Menjer. (Diskominfo Wonosobo for Jawa Pos Radar Magelang)

 
Forum konsultasi publik Disparbud Wonosobo mengenai uiji coba digitalisasi tiket wisata melalui QRIS, pada Kamis (27/8) di Bukit Telaga Menjer. (Diskominfo Wonosobo for Jawa Pos Radar Magelang)  

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Pelayanan retribusi tiket masuk objek wisata di Kabupaten Wonosobo resmi memasuki era digital.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo meluncurkan uji coba pembayaran tiket menggunakan quick response code Indonesian standard (QRIS) di tiga objek wisata milik pemerintah daerah.

Tiga destinasi yang menjadi lokasi pilot project digitalisasi ini meliputi Gelanggang Renang Mangli, Taman Rekreasi Kalianget, dan Wisata Bukit Telaga Menjer.

Peluncuran sekaligus evaluasi standar pelayanan tersebut dibahas dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Pelayanan UPTD Pengelolaan Obyek Wisata di Bukit Telaga Menjer, Kamis (27/8/2026).

Baca Juga: Diklaim Sukses Dongkrak Wisata Budaya, Wonosobo Bidik Event Kedirgantaraan Jadi Agenda Rutin Tahunan

Kepala Disparbud Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menyatakan langkah ini bertujuan menciptakan pelayanan yang lebih cepat, inklusif, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, seluruh transaksi non-tunai ini terintegrasi langsung dengan Bank Jateng sebagai mitra perbankan daerah.

"Setiap transaksi melalui QRIS akan tercatat secara digital dan langsung masuk ke rekening kas daerah pada Bank Jateng. Transaksi lebih tertib, transparan, dan terpantau dengan akurat," kata Fahmi.

Fahmi menyadari pergeseran dari metode tunai ke digital membutuhkan proses adaptasi bagi masyarakat maupun wisatawan.

Namun, ia optimistis pembiasaan ini akan berjalan lancar, berkaca pada kesuksesan digitalisasi di sektor pelayanan publik lain seperti transaksi tol non-tunai.

"Teknologi adalah alat, yang utama adalah manfaatnya. Kami terus melakukan evaluasi dari sisi sistem, kesiapan petugas, hingga respons wisatawan sebelum nantinya dikembangkan ke obyek wisata pemda lainnya," tambahnya.

Forum tersebut turut menghadirkan narasumber dari BPPKAD Kabupaten Wonosobo, Bank Jateng Cabang Wonosobo, serta Bagian Organisasi Setda Wonosobo.

Diskusi lintas sektor yang melibatkan OPD, asosiasi pariwisata, perguruan tinggi, hingga jajaran jajaran Muspika Garung dan Kejajar ini untuk memastikan kesiapan regulasi, pengamanan, dan efektivitas sistem di lapangan. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
tiga destinasi wisata telaga menjer qris Fahmi Hidayat digitalisasi