RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Angka stunting di Kabupaten Wonosobo masih menjadi pekerjaan rumah serius yang butuh gebrakan ekstra.
Data Sigizi Terpadu per Juni 2026 mencatat, prevalensi stunting di daerah bersuhu dingin ini masih bertengger di angka 18,07 persen.
Realitas tersebut menegaskan ada sekitar 8.067 anak yang membutuhkan asupan gizi serta penanganan medis secara ketat. Terlebih kondisi ini musti jadiperingatan bagi jajaran Pemkab Wonosobo untuk merapatkan barisan.
Hal ini mengemuka saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Wonosobo, Bupati Afif Nurhidayat menginstruksikan seluruh elemen bergerak serempak. Pelibatan lintas sektor mulai dari perangkat daerah, jajaran kecamatan hingga desa, tenaga kesehatan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, hingga mitra pembangunan dinilai wajib hukumnya.
"Penanganan stunting tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang sama di setiap wilayah. Setiap desa memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu, diperlukan intervensi yang terarah, penguatan komunikasi perubahan perilaku, serta koordinasi yang semakin erat hingga tingkat kecamatan dan desa," tegas Afif di hadapan peserta rapat yang digelar belum lama ini.
Tak lupa, Bupati Afif memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kader, tenaga kesehatan, hingga penyuluh yang selama ini menjadi garda terdepan di lapangan.
"Pengabdian panjenengan semua menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas. Mari bergerak dalam satu langkah dan satu tujuan, karena setiap upaya yang kita lakukan hari ini adalah investasi untuk masa depan anak-anak Wonosobo," pungkasnya. (git/aro)