Angkat Budaya Nusantara dalam Marrystone Culture Carnival

Sigit Rahmanto • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:11 WIB
Warga Desa Selokromo menampilkan berbagai atraksi dalam karnaval yang berlangsung Minggu (23/8/2026). (Istimewa)
Warga Desa Selokromo menampilkan berbagai atraksi dalam karnaval yang berlangsung Minggu (23/8/2026). (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo Menyemarakkan HUT ke-81 KemerdekaanRI, Desa Selokromo, Kecamatan Leksono, Wonosobo menggelar Marrystone Culture Carnival (MCC), Minggu (23/8/2026).

Mengangkat tema Budaya Nusantara, karnaval berlangsung meriah diikuti 9 RW setempat.

Sejak pagi warga telah berkumpul di Balai Desa Selokromo.

Kemudian berjalan menyusuri jalan kampung dan berakhir di halaman balai desa. 

Jalan kampung pun seolah berubah menjadi panggung terbuka untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus merawat ikatan sosial.

Kepala Desa Selokromo, Wahyu, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang turut ambil bagian dalam Marrystone Culture Carnival.

Menurutnya, kegiatan yang diikuti sembilan RW tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Marrystone Culture Carnival ini bukan hanya kegiatan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan, gotong royong, dan kerukunan seluruh warga Desa Selokromo,” ujar Wahyu.

Ia menilai tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa semangat kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam kehidupan desa.

“Kami sangat mengapresiasi seluruh warga yang telah berpartisipasi dan bergotong royong. Mudah-mudahan semangat kebersamaan seperti ini terus terjaga, bukan hanya saat peringatan kemerdekaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Edi Santoso menyampaikan kegiatan masyarakat seperti karnaval memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya lokal.

Kreativitas masyarakat merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Seni dan budaya merupakan bagian penting dari identitas daerah yang harus terus kita jaga dan lestarikan.

Kegiatan seperti Marrystone Culture Carnival menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan seni budaya yang dimiliki,” ujarnya mewakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak dapat hanya dilakukan oleh pemerintah.

Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, komunitas seni, generasi muda, serta berbagai unsur lainnya agar seni dan budaya lokal tetap hidup dan berkembang.

 “Potensi pariwisata di Wonosobo sangat beragam dan tidak hanya berada pada destinasi yang sudah dikenal.

Desa-desa memiliki potensi budaya, tradisi, kreativitas masyarakat, serta daya tarik lokal yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari kekuatan pariwisata daerah,” ucap Edi.

Karena itu, masyarakat didorong untuk terus menjaga lingkungan, melestarikan tradisi, mengembangkan kreativitas, sekaligus memperkenalkan potensi desa secara positif kepada masyarakat luas.

“Marrystone Culture Carnival (MCC) ke-8 menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak selalu harus berlangsung di panggung-panggung besar.

Desa dengan segala kreativitas masyarakatnya justru menjadi ruang paling hidup bagi tumbuhnya kebudayaan,” pungkasnya.

Di sepanjang jalur karnaval, masyarakat menyaksikan seni dan kreativitas berpadu dengan semangat kemerdekaan.

Anak-anak, pemuda, orang tua, hingga tokoh masyarakat hadir dalam satu suasana yang sama, merayakan kemerdekaan sekaligus merawat kebersamaan. (rls/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
selokromo carnival kreativas karnaval kemerdekaan