Harga Daging Ayam di Pasar Kliwon Temanggung Tembus Rp43 Ribu per Kilogram, Daya Beli Konsumen Menurun

Devi Khofifatur Rizqi • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 16:28 WIB
Pedagang daging ayam di Pasar Kliwon Temanggung, Senin (24/8) sedang menata dagangannya. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)
Pedagang daging ayam di Pasar Kliwon Temanggung, Senin (24/8) sedang menimbang dagangannya. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Kenaikan harga daging ayam di Pasar Kliwon Temanggung mulai berdampak terhadap daya beli masyarakat. 

Sejumlah pedagang mengaku, konsumen cenderung mengurangi jumlah pembelian. Bahkan, sebagian memilih beralih ke sumber protein lain seperti tahu dan tempe, yang dinilai lebih terjangkau.

Hal tersebut diakui, Siti Rohana, 43, salah satu penjual daging ayam di Pasar Kliwon Temanggung. Ia mengatakan, harga ayam saat ini mencapai Rp43 ribu per kilogram.

Harga tersebut mengalami kenaikan bertahap dari kisaran Rp30 ribu-Rp32 ribu per kilogram sebelum liburan sekolah usai.

“Pokoknya naik terus sampai sekarang ini Rp43 ribu. Sudah sekitar tiga mingguan kenaikannya bertahap,” kata Rohanah saat ditemui di Pasar Kliwon Temanggung, Senin (24/8/2026).

Rohanah menyebut, kenaikan harga daging ayam telah berlangsung hampir tiga minggu. Kondisi itu cukup berpengaruh terhadap transaksi di pasar.

Meski pasokan ayam disebut masih tersedia, pembeli tidak selalu mampu mengikuti kenaikan harga.

Baca Juga: Emak-Emak Serbu Daging Ayam Murah di Terminal Muntilan Magelang, 1,5 Ton Ludes

“Kadang-kadang konsumen itu enggak beli. Jadi mending beli tahu, tempe, atau apa gitu yang lebih murah,” ujarnya.

Rohanah menilai, kondisi pasar juga relatif sepi. Permintaan masyarakat tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Sehingga, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab harga ayam terus mengalami kenaikan. 

“Pedagang juga banyak yang ngeluh, enggak begitu laris. Tapi kok harga sangat mahal. Enggak tahu itu kenapa,” katanya.

Hal senada dikatakan pedagang lainnya di Pasar Kliwon, Suratini, 65. Ia juga mengeluhkan keuntungan yang semakin tipis. Ia menyebut harga ayam utuh yang diperolehnya sudah berada di kisaran Rp34 ribu per kilogram, sementara harga jual eceran sekitar Rp40 ribu.

Tingginya harga tersebut, membuat pedagang harus berhitung lebih cermat. Lantaran bagian ayam seperti kepala dan ceker tidak selalu mudah terjual. “Harganya Rp40 ribu, ya susah jualnya. Untungnya susah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Kliwon Temanggung, Aditia Hendi Kurniawan, membenarkan adanya kenaikan harga daging ayam dalam beberapa pekan terakhir.

Ia menyebut, sekitar tiga minggu sebelumnya harga masih berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram. Kini harga daging ayam naik menjadi Rp42 ribu-Rp43 ribu per kilogram.

Kenaikan tersebut diperkirakan berkaitan dengan tingginya permintaan. Namun, dari sisi ketersediaan, pasokan ayam di Pasar Kliwon masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Kalau ketersediaan daging, insyaallah di Pasar Kliwon Temanggung cukup untuk melayani masyarakat. Jadi, tidak ada kendala terkait dengan pasokan atau ketersediaan,” jelasnya.

Aditia memperkirakan, pasokan ayam yang masuk ke Pasar Kliwon mencapai lebih dari satu ton per hari.

Meski pasokan aman, Aditia mengakui kenaikan harga mulai berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

Masyarakat disebut cenderung mengurangi belanja ketika harga komoditas mengalami kenaikan.

“Ketika harga tinggi, otomatis masyarakat juga mengurangi belanjanya. Nah, itu ada sedikit penurunan,” katanya.

Aditia menambahkan, fluktuasi harga juga terjadi pada sejumlah komoditas lain.

Harga telur, misalnya, sempat mengalami penurunan namun kini kembali meningkat. Sementara sejumlah komoditas lainnya relatif stabil. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
Pedagang daging ayam harga daging ayam tinggi daya beli menurun Pasar Kliwon Temanggung