Polres Wonosobo Gandeng UI, Tangani Macet Dieng Berbasis Data Riset

Sigit Rahmanto • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:15 WIB
Focus group discussion membahas kemacetan Dieng saat liburan di Aula Endra Dharmalaksana, Mapolres Wonosobo, Kamis (20/8/2026). (Istimewa)
Focus group discussion membahas kemacetan Dieng saat liburan di Aula Endra Dharmalaksana, Mapolres Wonosobo, Kamis (20/8/2026). (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Lebih dari 21.500 kendaraan dan 530 ribu pengunjung saat puncak liburan, jalur wisata Dieng membutuhkan penanganan mendasar. Hal itu membuat jalur menuju kawasan tersebut sering mengalami kepadatan lalu lintas. 

Polres Wonosobo pun menggandeng Tim Survei Patron dari Universitas Indonesia (UI) untuk memetakan ulang tata kelola lalu lintas kawasan tersebut berbasis data riset empiris.

Langkah taktis itu dimatangkan dalam focus group discussion (FGD) bertajuk “Dieng Lancar Wisata Nyaman” di Aula Endra Dharmalaksana, Kamis (20/8/2026).

Forum ini menghimpun pemangku kepentingan lintas sektor. Mulai dari kepolisian, Pemkab Wonosobo, akademisi, pengelola objek wisata, hingga para pelaku jasa pariwisata.

Baca Juga: Libur Panjang Dieng Wonosobo Macet, Diberlakukan One Way dan Buka Tutup

Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja menegaskan, penyusunan kebijakan penanganan Dieng tak bisa sekadar mengandalkan pengerahan personel di lapangan saat arus padat.

Formulasi solusi harus bertumpu pada penelitian objektif agar tepat sasaran sebelum diserahkan kepada Bupati Wonosobo dan forkopimda.

“Penyusunan kebijakan penanganan masalah Dieng harus didasarkan pada penelitian dan data empiris agar tepat sasaran,” tegas Ricky.

Pelibatan Patron UI difokuskan untuk memetakan pola pergerakan kendaraan, demografi, persepsi publik, hingga kebutuhan pelayanan di kawasan Dieng. Data ini diharapkan terbebas dari bias agar mampu menjawab realitas lapangan.

Kasatlantas Polres Wonosobo AKP Seno Hartanto membeberkan, akar masalah utama di jalur Dieng adalah ketidakseimbangan ekstrem antara volume kendaraan dengan kapasitas jalan dan lahan parkir.

Kondisi makin krusial karena kontur jalan sempit, menanjak, dan berkelok. Kendaraan mogok atau perilaku pengemudi yang nekat menyerobot jalur berlawanan kerap memicu kemacetan total dari dua arah.

Untuk mengantisipasi kerawanan operasional, pihaknya menyiagakan personel sejak dini di titik rawan.

Seperti Pintu Langit, Gardu Pandang, Batu Angkruk, Watu Angkruk, dan Sikapuk. Petugas juga menyiagakan ganjal ban dan armada derek, khususnya di area tanjakan curam bersudut kemiringan 15 persen.

Sejumlah usulan jangka panjang turut mengemuka dalam FGD tersebut. DPUPR mendorong penyediaan kantong parkir masif berbasis moda shuttle, sementara Disparbud mendorong pergeseran orientasi menuju quality tourism.

Dari sudut pandang akademis, Dr. Ahmad Khoiri merekomendasikan skema penanganan tiga tingkat yang memanfaatkan integrasi data dan teknologi pemantauan real-time. (git/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
AKBP Ricky Pripurna Atmaja macet dieng gandeng UI tangani kemacetan berbasis data libur panjang