RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Diduga akibat tungku kayu bakar yang lupa dimatikan, empat rumah di Dusun Lamuk, RT 11 RW 05, Desa Kalidesel, Kecamatan Watumalang, ludes Sabtu (15/8/2026) pagi.
Meski tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah tersebut, total kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Rumah yang terbakar milik Mursono, Suryono, Kusnanto dan Sutiono.
Peristiwa bermula pada Sabtu pukul 07.30, WIB anak dari pasangan Mursono, 77, dan Suwarti, 76, Slamet Wiranti tengah memasak sayur menggunakan tungku kayu bakar.
Seusai memasak, tungku yang masih dalam kondisi menyala ditinggal pergi ke ladang.
Petaka baru disadari sekitar pukul 08.45 oleh Suwatri, isti dari Mursono. Ketika sedang makan pagi, ia dikagetkan dengan kobaran api yang sudah membesar dan membakar atap rumahnya.
"Suwarti berhasil diselamatkan keluar rumah oleh Kusnanto (anak), yang kemudian langsung berlari meminta pertolongan warga sekitar," ungkap anggota Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) Watumalang, Bangun, saat dikonfirmasi, Minggu (16/8/2026).
Baca Juga: Sehari, Dua Kebakaran Terjadi Berselang Lima Jam, Tak Ada Korban Jiwa
Bangunan yang mayoritas terbuat dari material kayu serta posisi antarrumah yang saling berdekatan membuat api berhembus dan meluas cepat.
Dalam hitungan menit, si jago merah melalap habis rumah Musono dan menjalar ke tiga bangunan rumah di sekitarnya.
Laporan yang masuk melalui Call Center RPB Watumalang segera direspons lintas instansi. Tim gabungan dari Damkar Wonosobo, BPBD Wonosobo, Polsek, Koramil 02 Watumalang, RPB, Banser, Pemdes Kalidesel, hingga warga bahu-membahu menjinakkan kobaran api agar tidak meluas ke pemukiman lain.
"Penanganan berjalan aman dan lancar. Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban luka maupun korban jiwa," jelas Bangun.
Kendati demikian, dampak kerugian yang ditanggung para korban cukup besar. Mursono kehilangan rumah beserta seluruh isinya dengan estimasi kerugian Rp 100 juta.
Sementara itu, Suryono mengalami kerugian hingga Rp 150 juta, Kusnanto sekitar Rp 25 juta, serta Sutiono sebesar Rp 7 juta. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo