RADARMAGELANG.ID, Wonosobo— Ada pemandangan tak biasa di sepanjang jalur menuju kawasan wisata Telaga Menjer, Jumat (31/7/2026).
Puluhan ibu-ibu berpenampilan rapi tampak riuh dan guyub memenuhi bagian dalam armada angkutan kota (angkot).
Tanpa deretan mobil pribadi maupun kendaraan dinas, rombongan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Wonosobo itu memilih ngompreng bareng menuju lokasi kegiatan.
Baca Juga: Pemkab Wonosobo Terbitkan Surat Edaran Penggunaan Angkutan Umum untuk ASN
Aksi tak biasa sekitar 60 anggota DWP ini bukan sekadar agenda jalan-jalan biasa.
Langkah sederhana tersebut menjadi aksi nyata dalam mengampanyekan pemanfaatan transportasi publik sekaligus menggeliatkan ekonomi kerakyatan di daerah.
Ketua DWP Setda Kabupaten Wonosobo, Wien Sulistyaningsih Andang menegaskan, pilihan memboyong anggotanya naik angkot merupakan bentuk dukungan terhadap Surat Edaran Pemkab Wonosobo terkait penggunaan jasa transportasi umum bagi ASN maupun pegawai BUMN/BUMD.
Meski tidak semua anggota DWP berstatus ASN, pihaknya ingin mengambil peran aktif menularkan kebiasaan positif tersebut ke masyarakat luas.
"Kami ingin menunjukkan bahwa kegiatan organisasi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan naik angkot ramai-ramai, kita bantu meningkatkan pendapatan para sopir, mendukung efisiensi energi, sekaligus mengajak warga kembali mencintai transportasi umum," ujar Wien.
Wien menambahkan, gerakan ini bukan yang terakhir.
Ke depan, DWP Setda bakal terus menggalakkan pemanfaatan angkutan umum dalam agenda-agenda organisasi lainnya selama memungkinkan.
Heru, salah satu sopir angkot trayek Menjer, mengaku kaget sekaligus senang armadanya diborong rombongan DWP.
"Jelas senang sekali, penghasilan bertambah. Yang paling penting, kami merasa angkutan umum ini masih dibutuhkan dan dipercaya. Semoga kegiatan seperti ini makin sering," ungkap Heru.
Tak berhenti pada kampanye transportasi umum, setibanya di kawasan Menjer, DWP Setda Wonosobo langsung menggelar Lomba Mendongeng.
Agenda Bidang Pendidikan ini dirancang khusus untuk mengikis kecanduan gawai pada anak sekaligus memperkuat ikatan keluarga.
Uniknya, panggung lomba tak hanya didominasi kaum ibu.
Sejumlah figur ayah juga tampak antusias unjuk kebolehan mendongeng di hadapan buah hati mereka.
Kehadiran para ayah ini menjadi dorongan nyata bagi program Waktu Bersama Ayah (Wayah) yang diusung Pemkab Wonosobo.
"Mendongeng itu media paling ampuh dan sederhana untuk membangun ikatan emosional.
Lewat program Wayah, kami ingin ayah tidak canggung terlibat dalam pengasuhan.
Ketika ayah dan ibu hadir bersama mendampingi anak membaca, budaya literasi tumbuh kuat dan ketergantungan anak pada gawai bisa ditekan," tegas Wien. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo