Tradisi Ruwat Rambut Gembel Wonosobo Ada Anak yang Minta iPad, Kucing hingga Ibu Baru

Sigit Rahmanto • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:56 WIB
Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein memotong rambut gimbal dalam tradisi ruwat rambut gembel, Jumat (24/7/2026).
Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein memotong rambut gimbal dalam tradisi ruwat rambut gembel, Jumat (24/7/2026).

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Suasana sakral mewarnai Pendopo Kabupaten Wonosobo, Jumat (24/7/2026).

Sebanyak tujuh anak berambut gimbal yang terdiri atas satu laki-laki dan enam perempuan menjalani ritual ruwatan dan pemotongan rambut dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo.

Ritual adat tahunan ini berlangsung khidmat sekaligus diwarnai momen unik akibat beragam permintaan para peserta.

Mengenakan busana serba putih, para bocah duduk rapi di tengah pendopo. Setelah doa keselamatan dipanjatkan, jajaran Forkopimda Kabupaten Wonosobo secara bergantian memotong helai demi helai rambut gimbal para peserta.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengungkapkan, prosesi pemotongan tahun ini membutuhkan kehati-hatian ekstra lantaran kondisi rambut sebagian anak sudah sangat tebal dan menggumpal rapat hingga mendekati kulit kepala.

"Bahkan yang dipotong Pak Wakil Bupati tadi sampai tidak selesai-selesai karena gimbalnya sudah sangat lengket. Butuh ketelatenan dan kehati-hatian agar anaknya tidak merasa sakit. Kami mendoakan semoga cita-cita mereka dikabulkan, tumbuh menjadi anak yang saleh dan salehah, serta sehat selalu," ujar Afif usai acara.

Tradisi ruwat rambut gimbal merupakan ritual sakral masyarakat setempat untuk membebaskan anak dari kesialan (sesuker). Sekaligus bentuk rasa syukur kepada para leluhur.

Berdasarkan kepercayaan lokal, seluruh permintaan sang anak hukumnya wajib dipenuhi agar rambut gimbal tersebut tidak tumbuh kembali setelah dilarung.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo menegaskan, ritual ini adalah komitmen pemerintah daerah dalam merawat warisan budaya sekaligus wujud kepedulian terhadap anak-anak.

Panitia Ruwat Rambut Gimbal, Nanik Widayat, menyampaikan semula terdata 13 pendaftar yang masuk. Namun, hanya tujuh anak yang dapat diproses.

"Satu peserta batal diruwat lantaran mengajukan permintaan meminta ibu baru, yang tentu tidak mungkin bisa dipenuhi," ungkap Nanik.

Begitu prosesi pemotongan selesai, seluruh barang permintaan langsung diserahkan kepada masing-masing anak.

Penyerahan tersebut menjadi penanda tuntasnya ritual ruwatan. Sekaligus menyisakan senyum lega dari para bocah yang kini terbebas dari rambut gimbalnya. (git/lis)

 

 

Editor : Lis Retno Wibowo
hari jadi ke-201 kabupaten wonosobo permintaan ibu baru BUpati Wonosobo afif Nurhidayat ruwat rambut gembel