RADARMAGELANG.ID,Wonosobo– Memasuki usia ke-201 tahun yang mengusung tema besar ”Nyawiji Makarti, Wonosobo Loh Jinawi”, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo terus memacu akselerasi pembangunan daerah.
Kendati dihadapkan pada tantangan gelombang efisiensi dan pengetatan anggaran, komitmen Pemkab Wonosobo untuk memberikan pelayanan publik terbaik tidak pernah berkurang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Wonosobo, Drs. One Andang Wardoyo M.Si., menegaskan bahwa kondisi finansial yang terbatas tak boleh dijadikan alasan untuk mengendurkan ritme kerja, apalagi menghentikan kran inovasi birokrasi.
Bagi pimpinan birokrasi ini, keterbatasan fiskal justru harus menjadi pemicu lahirnya gagasan-gagasan kreatif yang presisi, efisien, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
"Efisiensi anggaran jangan sampai mematikan ide dan melumpuhkan kreativitas. Justru dengan semangat nyawiji makarti, keterbatasan itu harus kita jawab dengan menyatukan niat, bekerja ekstra keras, dan melahirkan inovasi baru. Jika birokrasi dan masyarakat bergerak bersama dalam satu frekuensi, keterbatasan itu bisa kita tembus menuju Wonosobo yang loh jinawi," tegasnya.
Di tengah penyusunan skala prioritas anggaran daerah, Pemkab Wonosobo secara konsisten meletakkan sektor pendidikan sebagai benteng utama pembangunan.
Kebijakan ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang daerah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi dan menyiapkan SDM unggul berdaya saing global.
Salah satu program unggulan yang kini terus dikawal ketat oleh jajaran birokrasi di bawah komando Sekda adalah percepatan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Lewat sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) hingga jajaran pemerintah desa, Pemkab Wonosobo memastikan seluruh anak usia sekolah mendapatkan akses pendidikan secara merata.
Program pengentasan ATS ini juga dijalankan beriringan dengan penguatan kapasitas tenaga pendidik, percepatan penataan sarana sekolah, serta penanaman karakter dan kearifan lokal pada peserta didik.
"Pembangunan infrastruktur fisik itu penting, tetapi membangun manusia lewat pendidikan adalah yang jauh lebih utama. Meskipun kita dihadapkan pada keterbatasan anggaran, menyiapkan SDM unggul dan berkarakter tidak boleh ditawar. Ini fondasi agar Wonosobo siap melompat lebih jauh di masa depan," tambahnya.
Momentum peringatan Hari Jadi ke-201 ini dimaknai sebagai titik balik untuk memperkuat konsolidasi internal birokrasi sekaligus merajut kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat.
Dengan kepemimpinan birokrasi yang adaptif dan berorientasi pada hasil, Pemkab Wonosobo optimistis mampu menjawab berbagai tantangan masa depan mulai dari akselerasi pertumbuhan ekonomi, optimalisasi potensi daerah, hingga adaptasi pelayanan publik berbasis digital.
Semangat nyawiji makarti kini bukan sekadar slogan peringatan HUT semata, melainkan manifestasi kerja keras bersama seluruh jajaran Pemkab Wonosobo dalam mewujudkan daerah yang maju, sejahtera, dan loh jinawi. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo