Program Kades Masuk Kampus: Kades Talunombo Wonosobo Bawa Pulang Ilmu dan Jejaring Baru

Sigit Rahmanto • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 11:02 WIB
Para kepala desa dari wilayah Indonesia mengikuti pelatihan di kampus Universitas Indonesia (UI). (Istimewa)
Para kepala desa dari wilayah Indonesia mengikuti pelatihan di kampus Universitas Indonesia (UI). (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Sebanyak 433 kepala desa dari seluruh Indonesia mengikuti program Kepala Desa Masuk Kampus.

Ajang ini digelar Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa.

Salah satu kades peserta program tersebut adalah Badarudin. Kepala Desa Talunombo, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo ini mengaku kegiatan tersebut menjadi pengalaman sangat berguna.

Bagi dia, program yang berlangsung di kampus Universitas Indonesia (UI) tersebut bukan sekadar pelatihan.

Melainkan ruang belajar, berdiskusi, sekaligus membangun jejaring antara pemerintah desa, akademisi, dan para pemimpin desa dari berbagai daerah.

"Program ini memberikan tambahan wawasan tentang tata kelola pemerintahan desa yang baik. Kami belajar langsung dari akademisi, berbagi praktik baik dengan kepala desa lain yang berhasil membangun inovasi di desanya.

Sehingga banyak ilmu yang bisa kami bawa pulang," ujar Badarudin menceritakan pengalamannya selama 4 hari masuk kampus awal Juli lalu. 

Di hadapan para peserta dan akademisi UI, Badarudin memperkenalkan berbagai inovasi yang selama ini dikembangkan Desa Talunombo.

Ia menceritakan bagaimana desa yang berada di kawasan perbukitan tersebut berupaya bangkit dari berbagai keterbatasan melalui pemanfaatan dana desa secara produktif.

Salah satunya diwujudkan melalui pembangunan jalan usaha tani dan jaringan irigasi guna memperlancar aktivitas pertanian masyarakat.

Juga mengembangkan konsep agro-eduwisata, sebuah kawasan pembelajaran yang memperkenalkan sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga ekonomi kreatif kepada pelajar maupun masyarakat umum.

Salah satu hasil penting dari keikutsertaan dalam program tersebut adalah terbukanya peluang kerja sama antara Desa Talunombo dengan Universitas Indonesia.

Badarudin mengungkapkan telah menjalin komunikasi dengan LP3M Universitas Indonesia untuk mengembangkan program agroforestri di Talunombo.

Program tersebut dirancang untuk menanam berbagai tanaman obat, tanaman langka, serta vegetasi yang mampu menjaga keseimbangan ekosistem dan menjadi habitat satwa liar.

Selain mendukung konservasi, agroforestri juga diharapkan mampu menjaga keberlanjutan sumber mata air yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

"Kami berharap akademisi tidak hanya hadir memberikan materi, tetapi juga ikut mendampingi desa dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan melalui pendekatan ilmiah," katanya. (rls/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
kades masuk kampus kades talunombo sapuran universitas indonesia (UI) jejaring baru