RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Mayoritas harga komoditas bahan pokok penting (bapokting) di pasar tradisional Kabupaten Wonosobo kembali merangkak naik.
Temuan tersebut berdasarkan pantuan dari Tim Monitoring dan Evaluasi (monev) terpadu ke Pasar Kertek dan Pasar Induk Wonosobo.
Tren kenaikan harga ini membalikkan kondisi pekan sebelumnya yang sempat menunjukkan pergerakan turun.
Kondisi tersebut dipicu oleh melonjaknya aktivitas ekonomi masyarakat seiring dimulainya tahun ajaran baru sekolah.
Baca Juga: Harga Telur Anjlok Rp17 Ribu per Kg, Peternak Tak Kuat Menahan Rugi
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Wonosobo, Lintang Esti Pramanasari, menyatakan pemkab bergerak cepat memantau situasi ini. Langkah konkret segera diambil demi menjaga daya beli masyarakat.
"Monev terpadu ini dilaksanakan dalam rangka menjamin stabilitas pasokan, keterjangkauan harga, serta ketepatan sasaran penyaluran," ujar Lintang, Selasa (14/7/2026).
Di antara berbagai kebutuhan pokok yang merangkak naik, daging sapi menjadi komoditas yang paling memicu perhatian karena telah menembus angka Rp 150.000 per kilogram.
Terbatasnya pasokan sapi siap potong dari peternak ditengarai menjadi penyebab utama.
"Kami akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjaga keseimbangan pasokan dan mengantisipasi kelangkaan," lanjut Lintang menambahkan intervensi yang akan dilakukan.
Selain sektor pangan, pengawasan ketat untuk menjaga keterjangkauan harga juga diperluas ke sektor hulu pertanian dan energi, termasuk memantau kepatuhan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi dan gas melon. Pemkab memastikan hasil pemantauan ini akan langsung ditindaklanjuti lewat kebijakan strategis.
"Hasil monev ini akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan kebijakan lanjutan agar stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga," tegas Lintang menutup keterangannya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo