Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Evakuasi Dramatis, Berlangsung 7 Jam di Tengah Kegelapan, Berhasil Angkat Jenasah dari Jurang 285 Meter Gunung Bismo

Sigit Rahmanto • Senin, 13 Juli 2026 | 18:13 WIB
mm
Tim gabungan mengevakuasi jenasah 2 remaja Watumalang yang ditemukan meninggal di jurang sedalam 284 meter di kawasan Gunung Bismo, Minggu (12/7/2026) malam. (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo —Proses evakuasi dua remaja Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo yang meninggal di kawasan Gunung Bismo berlangsung dramatis.

Kondisi geografis yang dikepung dinding batu tegak lurus menjadi tantangan terbesar. Kedalaman jurang yang mencapai lebih dari 284 meter bahkan membuat tali pengaman karmantel sepanjang 100 meter milik petugas kesulitan mencapai dasar.

Kedua jasad Arifin Nurohmat alias Apin, 18 dan Yufaidin alias Idin, 15, ditemukan Minggu (12/7/2026) pukul 14.00 oleh tim penyisir lanjutan dari Wanadri Bandung. 

Korban ditemukan oleh tim Wanadri Bandung yang menyisir area titik mati sebuah kawasan ekstrem di bawah Kali Prang yang sebelumnya belum pernah tersentuh oleh tim penyelamat.

Korban diduga kuat terjatuh dari atas tebing hingga terhempas ke dasar jurang yang merupakan area aliran air atau curug.

Baca Juga: Sebelas Hari Pencarian di Gunung Bismo,Dua Remaja Asal Watumalang Wonosobo Ditemukan Tewas 

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, Sabarno, menjelaskan proses evakuasi menguras fisik ratusan personel gabungan yang terdiri dari Basarnas, kepolisian, relawan, serta warga setempat.

"Petugas harus menuruni tebing tegak lurus. Pengangkatan jenazah dilakukan secara estafet dengan memikul tandu menaiki tanjakan tebing yang licin," ujar Sabarno.

Evakuasi memakan waktu hingga tujuh jam. Medan yang sulit diperparah oleh kondisi malam hari yang gelap gulita.

Dengan hanya mengandalkan penerangan dari senter kepala, tim gabungan akhirnya berhasil mengangkat kedua jenazah ke jalur atas dan tiba di posko utama pada Minggu pukul 21.00.

Keduanya dilaporkan hilang sejak Selasa, 30 Juni lalu. Penemuan ini terjadi hanya berselang satu hari setelah operasi pencarian resmi oleh Tim SAR Gabungan sedianya telah ditutup.

Camat Watumalang, Arief Hardiyanto, menyatakan dengan ditemukannya kedua korban, seluruh rangkaian operasi pencarian remaja yang hilang sejak akhir Juni ini resmi diakhiri.

Pihaknya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh relawan dan tim gabungan yang bertahan melakukan penyisiran hingga korban ditemukan.

Setelah berhasil dievakuasi dari gunung, kedua jenazah langsung dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KRT Setjonegoro Wonosobo untuk menjalani proses pemulasaran. Kemudian dibawa menuju rumah duka di Desa Krinjing untuk dimakamkan. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
remaja watumalang evakuasi jenasah dramatis berlangsung 7 jam Gunung Bismo basarnas