Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Rangkaian Hari Jadi Ke-201 Wonosobo Jadi Penggerak Perekonomian Daerah

Sigit Rahmanto • Jumat, 10 Juli 2026 | 19:13 WIB
Kirab panji salah satu rangkaian perayaan Hari Jadi Wonosobo ke-201. Berbagai kegiatan diharapkan membantu mendongkrak perekonomian. (Istimewa)
Kirab panji salah satu rangkaian perayaan Hari Jadi Wonosobo ke-201. Berbagai kegiatan diharapkan membantu mendongkrak perekonomian. (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo— Pemerintah Kabupaten Wonosobo memanfaatkan momentum rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo sepanjang Juli 2026 sebagai stimulus menggerakkan perekonomian daerah.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Wonosobo, Kristijadi, menyatakan setiap kegiatan dalam perayaan hari jadi dirancang agar memberikan dampak kesejahteraan nyata bagi masyarakat. Khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Prinsipnya, seluruh rangkaian kegiatan hari jadi setiap tahun harus memberikan dampak kesejahteraan yang nyata dan menjadi stimulus ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Melalui berbagai acara massal ini, ada perputaran uang tunai yang bergerak di akar rumput sehingga bisa menjadi semacam injeksi modal langsung bagi usaha mereka," ujar Kristijadi, Jumat (10/7/2026) sembari menambahkan tahun ini mengusung tema “Nyawiji Makarti, Wonosobo Loh Jinawi”. 

Kristijadi menguraikan ada empat dampak utama yang disasar pemerintah daerah melalui penyelenggaraan berbagai acara.

Baca Juga: Rangkaian Hari Jadi Ke-201 Wonosobo Siap Digelar, Dimeriahkan Beragam Event Tradisi hingga Ekonomi Kreatif

Yakni dampak belanja langsung, dengan fasilitas zonasi khusus bagi UMKM di setiap lokasi acara. 

Dampak kedua berupa efek berganda yang tidak hanya mandek di lokasi acara. Sebagai contoh, Dieng Caldera Race yang berlangsung selama tiga hari dua malam berhasil mencatatkan okupansi penuh pada seluruh hotel dan homestay.

Selain itu, meningkatkan pendapatan daerah. Tingginya aktivitas sektor pariwisata dan akomodasi secara otomatis mendongkrak Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar 10 persen.

Baik dari sektor perhotelan, makanan-minuman, maupun hiburan, yang menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD). 

Kemudian investasi dan penguatan merek daerah yang berkesinambungan dengan capaian Wonosobo Investment Business Forum (WIBF) di awal tahun.

Sejumlah investor kakap, termasuk jaringan Hotel Santika, telah berkomitmen menanamkan modalnya di Wonosobo.

Penyelenggaraan kegiatan massal ini juga menjadi instrumen pemerintah daerah untuk mempertahankan performa ekonomi makro Wonosobo yang menunjukkan tren positif. (git/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#nyawiji makarti wonosobo loh jinawi #hari jadi ke-201 kabupaten wonosobo #Kristijadi #dongkrak perekonomian