Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Hutan Sadapan Pinus Kaliwiro Wonosobo Nyaris Ludes, Petugas Temukan Tumpukan Daun Kering yang Usai Dibakar

Sigit Rahmanto • Jumat, 10 Juli 2026 | 17:50 WIB
Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) SAR Kaliwiro memadamkan api yang membakar kawasan hutan sadapan pinus di jalur alternatif Kaliwiro–Leksono, tepatnya di Desa Kemiriombo, Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo  Jumat pagi (10/7/2026). (Istimewa)
Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) SAR Kaliwiro memadamkan api yang membakar kawasan hutan sadapan pinus di jalur alternatif Kaliwiro–Leksono, tepatnya di Desa Kemiriombo, Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo Jumat pagi (10/7/2026). (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Kawasan hutan sadapan pinus di jalur alternatif Kaliwiro–Leksono, tepatnya di Desa Kemiriombo, Kecamatan Kaliwiro, nyaris ludes terbakar Jumat pagi (10/7/2026).

Beruntung kobaran api dengan segera tertangani oleh petugas. 

Informasi yang dihimpun, peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini pertama kali diketahui pukul 09.19.

Laporan yang masuk melalui call center Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) SAR Kaliwiro menyebutkan adanya titik api di jalur tersebut.

"Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan Perhutani, BPBD, polsek, dan koramil setempat untuk segera meluncur ke lokasi," ujar Habib, anggota RPB SAR Kecamatan Kaliwiro, Jumat (10/7/2026).

Baca Juga: Polres Wonosobo Siagakan 500 Personel Gabungan, Antisipasi Kebakaran Hutan

Sekitar pukul 09.30, personel RPB SAR tiba di lokasi kejadian. Saat itu, api sudah mulai membesar dan merembet ke area sekitar.

Petugas di lapangan langsung melakukan upaya pemadaman darurat menggunakan alat seadanya sembari menunggu bantuan armada tiba.

Tak berselang lama, tim gabungan dari BPBD Wonosobo, Pemerintah Kecamatan Kaliwiro, personel Polsek dan Koramil Kaliwiro, petugas Perhutani, serta dibantu masyarakat sekitar tiba di lokasi untuk mengepung titik api.

"Area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 6x12 meter pada petak sadapan pinus. Akibat kejadian ini, sebanyak 11 pohon pinus hangus terbakar," urai Habib.

Kepolisian masih mencari pemicu munculnya api di kawasan hutan sadapan tersebut.

"Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Karena ada dugaan jika adanya faktor kelalaian manusia," ungkapnya. 

Dugaan adanya unsur kesengajaan diperkuat oleh temuan petugas saat menuju ke lokasi kejadian.

Di sepanjang jalur alternatif tersebut, tim relawan menemukan beberapa titik bekas pembakaran yang letaknya terpisah.

"Sepanjang perjalanan kami menuju titik lokasi utama, kami menjumpai beberapa tumpukan daun pinus kering yang habis dibakar. Bahkan, kepulan asapnya masih keluar di sepanjang pinggir jalan. Tapi untuk memastikan itu, kita masih akan menyelidiki secara mendalam," imbuhnya. 

Merespons kejadian ini, pihak relawan mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat. Pasalnya, pada musim kemarau daun kering di kawasan hutan sangat rentan tersulut api.

​"Kami mengimbau dengan sangat agar masyarakat tidak sembarangan membakar sampah, dedaunan, atau membuat perapian di kawasan hutan dan lahan.

Dalam kondisi kemarau seperti sekarang, angin kencang dan vegetasi yang kering bisa membuat api kecil sekalipun cepat menjalar dan memicu kebakaran besar yang membahayakan keselamatan serta lingkungan," pungkasnya. (git/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#hutan sadapan pinus kaliwiro terbakar #daun kering #RPB Kaliwiro #karhutla