Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Apin Remaja yang Hilang di Gunung Bismo, Aktif di Pramuka Jadi Siswa Teladan saat SMP

Sigit Rahmanto • Selasa, 7 Juli 2026 | 21:07 WIB
Turkini ibunda Apin mengkhawatirkan keselamatan puteranya. (Istimewa)
Turkini ibunda Apin mengkhawatirkan keselamatan puteranya. (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Suasana mendung bergelayut di Krinjing Kecamatan Watumalang, Wonosobo.

Dua rumah yang hanya berjarak beberapa langkah kini diselimuti kecemasan serupa.

Dua keluarga dirundung pilu menanti kepulangan  Arifin Nurohmat alias Apin dan Yufaidin alias Idin.

Di teras rumahnya, Turkini, ibu kandung Apin, tak lelah memandang jalan desa.

Sesekali matanya berkaca-kaca menatap setiap langkah kaki yang mendekat, berharap itu adalah putra bungsunya yang pulang membawa senyum.

Baca Juga: Cari Dua Remaja Hilang di Gunung Bismo Wonosobo, Basarnas Terjunkan Anjing Pelacak

"Saya ketemu terakhir Selasa pagi sebelum ke ladang. Hanya tanya mau ke hutan atau tidak. Tidak ada firasat sama sekali kalau dia mau pergi jauh," kenang Turkini.

Apin dikenal sebagai anak yang rajin dan berprestasi.

Di dinding rumah sederhananya, tergantung sebuah gitar kayu hasil kerajinan tangan Apin sendiri.

Bahkan, plafon rumah yang mereka tinggali merupakan hasil keringat remaja yang juga aktif di Pramuka dan pernah menyabet gelar siswa teladan saat SMP itu.

Kekhawatiran Turkini kian memuncak mengingat sang suami telah tiada sejak Apin SD.

 Kini, setiap malam ia menggelar mujahadah dan doa bersama tetangga. "Perasaan saya tidak enak terus. Khawatir sekali, sampai makan saja rasanya tidak tertelan," ucapnya lirih.

Kondisi serupa dialami keluarga Idin. Ayah Idin, Solihin, bahkan memilih tidak tinggal diam di rumah.

Pria tersebut langsung terjun menerobos semak dan tebing Bismo bersama para relawan demi menjemput anaknya.

Paman Idin, Sarko, mengungkapkan keponakannya adalah sosok yang pendiam dan jarang keluar rumah.

Kepergiannya ke gunung kali ini murni karena ajakan main di masa libur sekolah.

Berbeda dengan Apin yang sudah beberapa kali muncak, bagi Idin ini diduga baru pengalaman keduanya.

Keluarga kian waswas karena Idin naik ke gunung dengan perlengkapan yang sangat minim dan tidak standar untuk menghadapi cuaca ekstrem pegunungan.

"Dia tidak bawa jaket atau tas gunung. Hanya pakai celana pendek, kaus pendek, dan cuma bawa bekal roti sama kerupuk sedikit.

Mungkin sekali makan juga sudah habis. Dugaan kami mereka awalnya hanya ingin main di lereng bawah, lalu tersesat," ungkap Sarko dengan nada cemas.

Kini, warga Desa Krinjing bersama ratusan relawan SAR hanya bisa menggantungkan harapan pada sisa waktu operasi pencarian resmi.

"Harapan kami cuma satu, mereka bisa segera ditemukan dan pulang dalam kondisi selamat serta utuh," pungkas Sarko. (git/lis) 

Editor : Lis Retno Wibowo
#remaja watumalang #siswa teladan #hilang di gunung bismo #Gunung Bismo