Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Pemkab Wonosobo Luncurkan Gerakan Wayah dan Kelas Aman, Hadirkan Figur Ayah dalam Wujudkan Keluarga Berkualitas

Sigit Rahmanto • Selasa, 7 Juli 2026 | 20:53 WIB
Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Wonosobo, Dyah Retno Sulistyowati dalam acara puncak Festival Cinta Keluarga IV di Pendopo Bupati, kemarin (6/7/2026). (Istimewa)
Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Wonosobo, Dyah Retno Sulistyowati dalam acara puncak Festival Cinta Keluarga IV di Pendopo Bupati, kemarin (6/7/2026). (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo meluncurkan Gerakan Wayah atau waktu bersama ayah dan Kelas Aman atau ayah idaman pada puncak Festival Cinta Keluarga IV, di Pendopo Bupati Wonosobo, Senin (6/7/2026).

Program ini untuk menekankan bahwa pengasuhan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu.

Kedua program itu diharapkan menjadi gerakan bersama masyarakat untuk menyiapkan peran ayah sejak masa kehamilan hingga mendampingi proses tumbuh kembang anak.

“Semangat  ayah wajib hadir' harus benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran ayah bukan hanya secara fisik, tetapi hadir untuk mendengar, mendampingi, membimbing, dan menjadi teladan bagi anak-anaknya," papar Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dalam acara memeringati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 dan Hari Anak Nasional ke-42 itu. 

Kegiatan dihadiri 450 peserta serta ratusan kader secara daring.

 Diharapkan menjadi momentum untuk mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat budaya pengasuhan yang berkualitas.

 Sekaligus mendorong kolaborasi dalam mewujudkan keluarga yang tangguh di tengah berbagai tantangan sosial dan perkembangan era digital.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Wonosobo, Dyah Retno Sulistyowati, mengatakan keluarga saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

 Terutama akibat perkembangan teknologi digital.

 Ia menyebut tingginya penggunaan internet oleh anak-anak membawa peluang sekaligus ancaman bagi kualitas relasi dalam keluarga.

"Teknologi memang membuka peluang belajar, tetapi di sisi lain juga mengurangi interaksi dan kualitas komunikasi antara orang tua dengan anak. Banyak keluarga tinggal serumah, tetapi jarang benar-benar bersama," ujarnya.

Menurut Dyah, tidak ada teknologi yang mampumenggantikan kehadiran orang tua.

Selain tantangan digital, pembangunan keluarga di Wonosobo masih dihadapkan pada persoalan stunting, perkawinan usia anak, serta kekerasan terhadap perempuandan anak. (rls/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#kelas aman #gerakan wayah #BUpati Wonosobo afif Nurhidayat #Dyah Retno Sulistyowati #Harganas