RADARMAGELANG.ID, Wonosobo— Investasi Pemerintah Kabupaten Wonosobo pada Badan Usaha Milik Daerah dan perusahaan penyertaan modal menunjukkan tren pertumbuhan positif.
Berdasarkan laporan konsolidasi Tahun Buku 2025, kontribusi entitas usaha daerah tersebut berhasil memperkuat struktur pendapatan asli daerah secara berkelanjutan.
Dalam pemaparan di Ruang Kertonegoro Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo, Jumat (3/7/2026), sepuluh entitas usaha yang diikuti Pemerintah Kabupaten Wonosobo berhasil membukukan laba bersih gabungan Rp1,69 triliun, dengan tujuh perusahaan mencatatkan keuntungan.
Kontributor laba terbesar berasal dari PT Bank Jateng sebesar Rp 1,63 triliun, Disusul PT BPR BKK Jawa Tengah (Perseroda) sebesar Rp 28,71 miliar, dan Perumda Air Minum Tirta Aji Wonosobo sebesar Rp 16,17 miliar.
Kinerja positif tersebut memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Pada tahun 2026, sebanyak enam entitas usaha menyetorkan dividen kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo dengan total nilai mencapai Rp 28,88 miliar.
Secara akumulatif, sepanjang periode 2017–2026, dividen yang diterima Pemkab Wonosobo mencapai Rp 215,77 miliar, dengan tren pertumbuhan rata-rata sebesar 10,2 persen per tahun.
Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo sekaligus pembina BUMD, One Andang Wardoyo, menegaskan bahwa orientasi badan usaha daerah tidak semata-mata mengejar keuntungan komersial, melainkan juga fungsi pelayanan publik.
"BUMD tidak hanya dituntut menghasilkan keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dividen yang diterima pemerintah akan kembali kepada masyarakat melalui pembangunan, peningkatan pelayanan publik, serta berbagai program kesejahteraan," kata One Andang Wardoyo.
Hingga 30 Juni 2026, total penyertaan modal Pemkab Wonosobo kepada seluruh BUMD dan perusahaan penyertaan saham tercatat sebesar Rp263,68 miliar.
Dari total tersebut, investasi terbesar diarahkan kepada Perumda Air Minum Tirta Aji Wonosobo, sebesar Rp132,55 miliar atau sekitar 50,3 persen dari total penyertaan modal daerah.
Alokasi mayoritas ini menjadi penanda kebijakan strategis pemerintah daerah dalam memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pada sektor penyediaan air minum yang aman dan layak di seluruh wilayah Wonosobo.(git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo