RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Festival balon udara tradisional ternama, Java Balloon Attraction 2026, kembali digelar secara spektakuler di Taman Rekreasi Kalianget, Wonosobo, Minggu (5/7/2026).
Bertepatan dengan momen libur panjang sekolah, event tahunan yang legendaris ini berhasil memikat perhatian ribuan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, yang memadati area festival sejak fajar menyingsing.
Tradisi asli bumi Wonosobo tersebut kini terasa kian berkelas. Pasalnya, selain menjadi magnet pariwisata daerah, seni menerbangkan balon udara tradisional ini telah resmi dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb).
Keberhasilan ini kian lengkap dengan kabar gembira mengenai kreativitas lokal tersebut yang akan segera terbang dan tampil di festival internasional di negara Brasil.
Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan yang luar biasa indah. Sebanyak 36 balon udara utama berukuran raksasa dengan corak warna-warni khas, dipadukan dengan sejumlah balon dari sponsor, tampak anggun menghiasi langit Taman Rekreasi Kalianget.
Dalam atraksi kali ini, para seniman dan kreator balon tradisional berhasil menyuguhkan tingkat kesulitan tinggi melalui pembentukan dua formasi utama yang menjadi ikon geografis Kabupaten Wonosobo.
Formasi pertama menampilkan replika megah Gunung Sindoro. Balon di bagian tengah disetting menjulang setinggi 45 meter, diikuti deretan balon setinggi 30 meter, dan ditutup balon paling pinggir berukuran 15 meter.
Sementara formasi kedua menyajikan keindahan Telaga Menjer, dengan pola format ketinggian simetris yang merupakan kebalikan dari formasi Gunung Sindoro.
Prestasi tradisi balon udara Wonosobo kini memang semakin melejit di kancah nasional. Event budaya ini juga dikukuhkan sebagi Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham RI.
Apresiasi tinggi datang dari para pengunjung yang memadati arena luar ruangan tersebut. "Sangat luar biasa dan rapi sekali formasinya. S
aya sengaja datang jauh-jauh dari Semarang bersama keluarga memanfaatkan momen libur sekolah anak-anak. Ini benar-benar pengalaman yang tidak terlupakan bagi kami bisa melihat balon raksasa sedekat ini," ujar Kristiani Rosana, salah satu wisatawan.
Hal senada diungkapkan oleh Fuzi, turis mancanegara asal Jepang yang mengaku terpukau dengan filosofi pelestarian budaya ini.
"Ini pertama kalinya saya melihat tradisi balon udara seperti ini di Indonesia. Sangat indah, penuh warna, dan yang terpenting adalah ramah lingkungan karena balon-balon ini ditambatkan dengan tali, bukan dilepas liar. Menurut saya, festival ini sangat layak menjadi konsumsi festival kelas dunia," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Disparbud Wonosobo, Sri Fatonah Ismangil, menegaskan bahwa pengakuan regulasi serta rencana ekspansi internasional ini menjadi suntikan motivasi besar bagi ekosistem pariwisata daerah.
"Pengakuan HAKI dan WBTb dari pemerintah pusat ini benar-benar memacu semangat para kreator lokal untuk terus berinovasi tiada henti.
Terlebih lagi, rencana untuk terbang ke Brasil menjadi bukti nyata bahwa kearifan lokal Wonosobo memiliki nilai budaya universal tinggi yang diakui secara global," jelasnya secara detail saat ditemui di sela acara.
Kesuksesan Java Balloon Attraction 2026 menjadi bukti bahwa pelestarian budaya lokal yang dikemas secara modern dan profesional mampu menjadi motor penggerak utama sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo