RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Kabupaten Wonosobo bersiap menggelar hajat besar dalam menyambut Hari Jadi ke-201 pada 24 Juli 2026.
Pemerintah setempat telah menyiapkan rentetan acara yang mengombinasikan pelestarian tradisi leluhur dan geliat ekonomi kreatif dalam berbagai event yang bakal digelar dalam satu bulan ini.
Tahun ini, tema besar yang diusung adalah "Nyawiji Makarti, Wonosobo Loh Jinawi."
Sebuah filosofi mendalam yang mengobarkan semangat persatuan dalam bekerja dan berkarya demi mewujudkan Wonosobo yang makmur, subur, serta sejahtera.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Wonosobo, Didiek Wibawanto, mengungkapkan momentum hari jadi tahun ini menjadi pemantik semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
"Melalui tema ini, kita ingin meneguhkan kembali semangat gotong royong untuk bersama-sama bekerja keras demi kemakmuran daerah," ujar Didiek saat memberikan keterangan pers, Rabu (1/7/2026).
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo, Fahmi Hidayat menjelaskan rangkaian acara sengaja dirancang secara variatif dengan melibatkan 15 kecamatan.
Pihaknya membagi agenda ke dalam dua kategori besar, yakni kegiatan inti yang sarat prosesi adat serta kegiatan pendukung yang atraktif.
Langkah ini diambil agar esensi budaya lokal tetap terjaga, sementara sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan inti dimulai pada Kamis (2/7/2026) melalui prosesi Pasrah Tampi Panji di Pendopo Bupati dan Alun-Alun Wonosobo.
Setelah itu, akan bergeser ke 15 kecamatan yang bergulir maraton dari tanggal 3 hingga 22 Juli.
"Yang membedakan tahun ini, prosesi kirab dan pasrah tampi panji di kecamatan tidak kita buat meriah dengan berbagai pertimbangan. Namun saya yakin itu tidak akan memengaruhi esesnsi dari acara yang kita gelar," katanya.
Selanjutnya, agenda akan masuk pada satu ritual sakral yang paling dinantikan adalah prosesi pengambilan air dari 6 sumber pada Kamis (16/7/2026).
Air suci tersebut nantinya diambil dari enam lokasi keramat secara bersamaan, yakni Tuk Goa Sumur Telaga Warna dan Tuk Bimo Lukar di Desa Dieng, Tuk Mudal di Desa Mudal, Tuk Surodilogo di Desa Pagerejo, Tuk Tempurung di Kelurahan Jaraksari, serta Tuk Kaliasem di Desa Gondang.
"Selepas itu, agenda dilanjutkan dengan ziarah makam pendiri Wonosobo yang dilaksanakan di lokal Wonosobo pada Jumat (17/7/2026) dan di Payaman Magelang pada Selasa (21/7/2026)," ujarnya.
Sementara untuk puncak prosesi adat akan berlangsung pada 23 hingga 24 Juli. Prosesi dimulai dari ritual Bedhol Kedhaton di Desa Plobangan, Selomerto.
Dilanjutkan prosesi tapa bisu pada malam harinya yang mengambil rute berjalan kaki dari Kelenteng Hok Hoo Bio menuju Pendopo Bupati.
Suasana sakral malam puncak tersebut akan ditutup dengan Hastungkara atau doa bersama serta prosesi Birat Sengkala di Paseban Alun-Alun untuk membuang segala kesialan daerah.
Memasuki hari Jumat (24/7/2026), giliran Pisowanan Agung dan Pagelaran Kesenian Utama yang akan menyemarakkan kawasan alun-alun sejak pagi hari.
Bersamaan dengan itu, pemerintah daerah juga menggelar prosesi ruwat rambut gimbal di Pendopo Bupati serta pergelaran seni kerakyatan yang dipastikan menjadi magnet budaya andalan bagi masyarakat maupun wisatawan.
Tak kalah meriah, sektor pariwisata juga digenjot melalui lini acara pendukung yang sudah bergulir sejak Juni lalu melalui Wonosobo Investment Business Forum, Festival Muda Berbudaya, Tadarus Alquran, hingga Wonosobo Fashion Carnival.
Kemeriahan acara sudah terasa dengan diawali Grebeg Suran Lintas Agama dan Budaya di Pendopo Bupati pada hari ini, Rabu (1/7/2026), serta layanan safari KB yang dibuka di seluruh faskes di 15 kecamatan selama sebulan penuh.
Bagi para pemburu visual dan wisatawan, akhir pekan ini dipastikan bakal memanjakan mata melalui Wonosobo Wedding Expo di Sasana Adipura pada 3-5 Juli, Festival Dombos di Jalan Merdeka pada Sabtu (4/7/2026), serta event internasional Java Balloon Attraction di Taman Rekreasi Kalianget pada Minggu pagi (5/7/2026).
Rangkaian acara dilanjutkan dengan lomba menyanyi bersambung pada Selasa (7/7/2026) serta perhelatan Rakanan Giyanti dan Wisuda Lengger di Desa Kadipaten pada 9-11 Juli 2026. Acara ditutup dengan pentas musik di Alun-alun Wonosobo dengan mengundang nDarboy genk. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo