Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Kasus Jeep Wisata Tabrak Pengendara Motor, Warga Menjer Memanas, Dewan Desak Jeep Wisata Diatur 

Sigit Rahmanto • Selasa, 30 Juni 2026 | 21:12 WIB
Warga memasang banner peringatan pada pengemudi jeep wisata setelah terjadi kecelakaan dengan korban pengendara sepeda motor di kawasan Menjer Garung. (Istimewa)
Warga memasang banner peringatan pada pengemudi jeep wisata setelah terjadi kecelakaan dengan korban pengendara sepeda motor di kawasan Menjer Garung. (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Peristiwa kecelakaan yang melibatkan kendaraan jeep wisata di Menjer, Kecamatan Garung, Wonosobo menuai sorotan tajam dari berbagai pihak.

Bahkan, pimpinan DPRD Kabupaten Wonosobo secara langsung meminta agar jeep wisata segera diatur menyeluruh. 

Hal ini dipicu insiden kecelakaan yang melibatkan armada jeep wisata di wilayah Kecamatan Garung baru-baru ini, gelombang protes warga mulai mencuat.

Spanduk tuntutan pun sempat membentang di Desa Menjer sebagai bentuk puncak kekesalan atas maraknya ugal-ugalan armada yang dinilai mengancam keselamatan publik.

Baca Juga: Peringatkan Sopir Jeep Wisata Ugal-ugalan, Warga Menjer Wonosobo Pasang Banner Ancaman

Kepala Desa Menjer, Slamet Raharjo tidak menampik adanya ketegangan di akar rumput.

Menurutnya, gesekan antara kenyamanan warga dan operasional jeep wisata di jalur Menjer, Mlandi, hingga Maron sebenarnya merupakan bara dalam sekam yang sudah berulang kali disuarakan.

"Keluhan warga yang dilalui jeep-jeep ini sudah sering kami sampaikan, bahkan sampai ke forum resmi polres saat Sobo Warga. Intinya, karena ini jalan umum, harus saling menghargai. Jangan sampai minimnya pembinaan justru memicu amarah warga hingga meluap," ujar Slamet kemarin (30/6/2026).

Slamet menceritakan, insiden terakhir yang terekam kamera CCTV terbilang tragis lantaran menimpa pengendara sepeda motor yang sedang berhenti.

Untuk meredam eskalasi massa, pemdes sengaja menahan rekaman tersebut untuk mempermudah proses mediasi dan mencegah aksi main hakim sendiri.

Terkait pemasangan spanduk bernada protes oleh para pemuda, Slamet menyebut aksi itu murni spontanitas akibat emosi yang menumpuk.

Pihaknya pun mempertemukan pengelola jeep, komunitas, serta paguyuban, dengan melibatkan Satlantas Polres Wonosobo demi pembinaan ke depan.

Mengenai keberatan komunitas jeep terhadap spanduk protes warga, pemdes telah mencapai titik tengah.

 "Pihak pengelola jeep menghargai sikap warga. Namun disepakati, spanduk spontanitas itu akan segera kami turunkan begitu ada banner imbauan resmi dari pihak berwenang sebagai gantinya," lanjut Slamet.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo, Mugi Sugeng menilai, maraknya bisnis jeep wisata saat ini masih berjalan liar dan sangat minim standardisasi pelayanannya.

Momentum kecelakaan di Garung ini harus menjadi bahan evaluasi serta meminta pemerintah daerah untuk menerbitkan regulasi yang mengikat secara hukum.

Mugi meminta agar aturan main jeep wisata ini segera dibahas.

Mulai dari standarisasi kelaikan kendaraannya, kepemilikan dokumen berkendara resmi pengemudi, hingga pembatasan jalur dan jam operasional yang mustinya diatur.

"Kalau itu dijalankan sesuai regulasi, maka harapan kita wisata ini betul-betul bisa nyaman dan aman. Sehingga citra pariwisata di Wonosobo semakin membaik," pungkas Mugi. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#menjer #tabrak pengendara motor #sopir ugal-ugalan #pasang banner peringatan #jeep wisata