Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Sehari, Petugas Damkar Wonosobo Evakuasi Dua Sanca Jumbo di Pemukiman dan Warung Degan

Sigit Rahmanto • Kamis, 18 Juni 2026 | 21:21 WIB
Proses penangkapan ular sanca yang dilakukan oleh petugas Damkar Wonosobo, Kamis (18/6/2026). (Istimewa)
Proses penangkapan ular sanca yang dilakukan oleh petugas Damkar Wonosobo, Kamis (18/6/2026). (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo –Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Wonosobo dibuat super sibuk sepanjang Kamis (18/6/2026).

Dalam satu hari, korps penjinak api tersebut harus turun tangan mengevakuasi dua ekor ular sanca kembang (python reticulatus) berukuran jumbo yang meneror ketenangan warga di dua lokasi berbeda.

Peristiwa pertama terjadi pada pukul 07.00 di Desa Jetis, Kecamatan Leksono. Seekor sanca kembang dengan panjang empat meter bersembunyi di atas plafon dapur rumah warga. 

Beruntung, pemilik rumah sigap dan langsung menghubungi call center kedaruratan Damkar Wonosobo.

Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan penyisiran taktis. Meski posisi ular berada di area yang sulit dijangkau yakni di atas langit-langit, tim rescue berhasil menjinakkan hewan melata tersebut tanpa ada korban jiwa atau luka.

"Ular sanca empat meter tersebut langsung kami amankan ke markas untuk kemudian diserahkan kepada pihak terkait agar bisa dilepasliarkan ke habitat aslinya," ujar petugas Damkar Wonosobo, Panggung Prasetyo Hadi.

Baca Juga: Waduh! Petugas Damkar Kota Semarang Kena Prank DC Pinjol

Belum reda ketegangan di Kecamatan Leksono, kepanikan serupa bergeser ke kawasan Rowopeni, Kelurahan Kalianget pukul 10.00.

Kali ini, seekor sanca kembang sepanjang tiga meter menghebohkan warung kelapa muda milik warga setempat.

Kejadian bermula saat pemilik warung sibuk melayani pembeli, tiba-tiba melihat gerakan mencurigakan di bawah meja jualan. Begitu dicek, ternyata ada ular besar yang sedang melingkar di sana.

Tim Damkar yang menerima laporan segera menerjunkan personel ke Rowopeni. Proses evakuasi berjalan dramatis namun aman, disaksikan oleh warga sekitar yang penasaran.

"Rencananya ular dari warung kelapa tersebut akan segera kami serahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah untuk dilepasliarkan ke kawasan hutan yang jauh dari jangkauan manusia," lanjutnya. 

Atas rentetan teror ular tersebut, Panggung Prasetyo Hadi mengimbau masyarakat Wonosobo untuk meningkatkan kewaspadaan. 

Terutama pada area rumah atau tempat usaha yang lembap dan kerap dijadikan lokasi penyimpanan barang.

Pihaknya juga meluruskan mitos keliru yang selama ini beredar di tengah masyarakat. 

"Kami tegaskan bahwa ular itu tidak takut pada garam. Jika ingin melakukan mitigasi atau pencegahan mandiri, warga disarankan menaburkan kapur barus atau menyemprotkan wewangian menyengat di sudut-sudut rumah yang berpotensi menjadi jalur masuk ular," pungkasnya. (git/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#damkar wonosobo #evakuasi ular sanca #bksda jateng