Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Tekanan Fiskal Mengancam Pemkab Wonosobo Pangkas Belanja Rutin dan Seremonial

Sigit Rahmanto • Senin, 15 Juni 2026 | 20:33 WIB
Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo
Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo.

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Wonosobo tengah menghadapi tekanan berat.

Menyusutnya dana transfer dari pemerintah pusat memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo mengambil langkah ekstrem demi menyelamatkan pelayanan publik. 

Salah satunya dengan melakukan efisiensi mulai dari pemangkasan belanja rutin, perjalanan dinas, hingga pencoretan kegiatan seremonial.

Baca Juga: Ahmad Luthfi Dorong Kemandirian Fiskal, Pemprov Jateng Susun Proyeksi Pendapatan Daerah 2027

Strategi penyelamatan fiskal daerah tersebut dibeberkan Sekretaris Daerah (Sekda) Wonosobo, One Andang Wardoyo dalam pembukaan Wonosobo Economic Forum (WEF) 2026 di Wonosobo, Minggu (14/6/2026).

Andang mengungkapkan, penurunan dana transfer dari pusat secara otomatis mempersempit ruang pembiayaan pembangunan di daerah.

Kondisi ini kian diperparah oleh dinamika geopolitik internasional yang memicu ketidakpastian ekonomi global hingga ke level daerah.

"Pertanyaannya, bagaimana kita memastikan berbagai dinamika tersebut tidak sampai mengurangi kualitas pelayanan publik maupun membebani masyarakat? Di sinilah kita dituntut adaptif," tegas Andang mewakili Bupati Wonosobo. 

Ia menjelaskan, efisiensi anggaran dilakukan agar sisa pembiayaan fiskal yang terbatas bisa dialihkan ke sektor yang lebih krusial.

Pemkab berkomitmen mengarahkan sisa anggaran untuk program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Selain mengencangkan ikat pinggang lewat jalur birokrasi, Pemkab Wonosobo juga mulai bergerak taktis dengan menggandeng pihak eksternal.

Sinergi lintas sektor diperkuat untuk menambal keterbatasan APBD, terutama dalam menyalurkan bantuan sosial bagi kelompok masyarakat rentan.

"Kami terus memperkuat kolaborasi dengan Baznas, BUMD, BUMN, dan berbagai mitra pembangunan. Langkah ini menjadi komitmen agar kelompok masyarakat yang rentan tetap memperoleh perhatian di tengah tekanan ekonomi," lanjutnya.

Meski ruang fiskal sedang terhimpit, Pemkab Wonosobo menolak pesimistis. Andang menyebut daerah berbasis pegunungan ini masih memiliki bantalan ekonomi yang kuat pada sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif (ekraf).

 Tiga sektor ini yang akan diakselerasi melalui skema digitalisasi UMKM serta pengembangan agro-wisata berbasis kearifan lokal.

Di sisi lain, investasi baru terus diburu untuk memutar roda ekonomi.

Pemkab berjanji akan mempermudah karpet merah bagi para investor yang ingin masuk ke Wonosobo melalui jaminan kepastian hukum dan kemudahan perizinan.

Melalui forum WEF 2026 yang dihadiri perwakilan Bank Indonesia Jateng, akademisi UGM, hingga pelaku usaha tersebut, sekda berharap ada cetak biru (blueprint) konkret yang bisa diaplikasikan secara instan. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#pangkas belanja dan seremonial #dana transfer daerah #One Andang Wardoyo