RADARMAGELANG.ID, Wonosobo —Grand final Pemilihan Mas Mbak Wonosobo (PMMW) 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Wonosobo, Jumat (12/6/2026) malam akhirnya menelurkan jawara baru.
Setelah melalui proses seleksi ketat selama hampir sebulan, Narendra Istighfaro Ahmad Al Ghani dan Kayla Zahra Ramadhany dinobatkan sebagai Mas dan Mbak Wonosobo 2026.
Di posisi runner-up, Wakil I Mas diraih oleh Mukhammad Syabil Raysha Putra dan Wakil I Mbak disabet Fericha Kirana.
Sementara posisi Wakil II Mas ditempati Kholiq Aziz dari Wadaslintang, mendampingi Snada Azahra Amajida dari Wonosobo sebagai Wakil II Mbak.
Kemenangan ini sekaligus menandai dimulainya tugas berat mereka sebagai wajah baru pariwisata daerah selama dua tahun ke depan.
Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein menegaskan ajang ini bukan sekadar kontes kecantikan atau kemampuan tampil di atas panggung penonton.
Lebih dari itu, PMMW merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak kader pemimpin yang adaptif.
“Pemilihan Mas Mbak Wonosobo merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menyiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Sebab kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang mampu menjadi penggerak perubahan,” tegas Amir Husein.
Ia juga mengingatkan tantangan riil Wonosobo di era digital sangat kompleks.
Para duta wisata terpilih diminta tidak terjebak dalam peran seremonial semata, tetapi harus mau turun tangan membantu pemerintah daerah mengatasi problem sosial yang ada di tengah masyarakat.
Sementara itu, Plh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, M. Kristijadi, menjelaskan grand final ini merupakan bagian dari holding event berskala besar, yaitu Festival Muda Berbudaya 2026.
"Event ini bahkan telah resmi masuk dalam Kalender Event Kabupaten Wonosobo sekaligus rangkaian Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo," katanya.
Terkait kompetisi PMMW, Kristijadi menyebut 30 finalis yang lolos telah digembleng lewat berbagai fase melelahkan, mulai dari tantangan catwalk di ruang publik hingga masa karantina di Desa Wisata Talunombo dan visitasi ke Tambi Tea Resort.
“Duta wisata Wonosobo diharapkan dapat menjadi agen promosi wisata yang mampu mendatangkan wisatawan melalui berbagai strategi kreatif sesuai bakat, passion, dan kapasitas yang dimiliki.
Mereka juga harus mampu berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” pungkas Kristijadi.
Kini, publik menanti kontribusi nyata dari Narendra dan Kayla untuk membawa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Wonosobo.
Terutama dalam mendukung pengembangan kawasan Lima Dieng Baru untuk bersaing di kancah nasional maupun internasional. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo