RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Sekat administratif yang selama ini membatasi pengembangan potensi antardaerah di Jawa Tengah, dibuka.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengoneksikan dua kawasan perdesaan potensial lintas kabupaten.
Yakni kawasan Perdesaan Kanigara di Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, dengan kawasan Umpak Sumbing di Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. Hal ini untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di lereng Gunung Sumbing.
Langkah strategis tersebut dimatangkan dalam Musyawarah Antar Kawasan Dalam Rangka Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas yang digelar di Pendopo Kecamatan Kepil, Wonosobo, Kamis (11/6/2026).
Melalui forum ini, kedua wilayah sepakat melebur ego sektoral demi mengoptimalkan komoditas pertanian dan sektor pariwisata secara terintegrasi.
Kepala Bidang Fasilitasi Kerjasama dan Ekonomi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Provinsi Jawa Tengah, Lusi Arjuni menyatakan, kolaborasi lintas batas ini sangat krusial untuk mengoptimalkan potensi alam dan ekonomi yang selama ini terkotak oleh wilayah administratif.
Baca Juga: Laku Spiritual 2000 Warga Nahdliyin Ziarahi 36 Makam Ulama di Kepil Wonosobo
"Sinergi antara Kanigara dan Umpak Sumbing ini diharapkan menjadi role model bagi kawasan perdesaan lain di Jawa Tengah dalam mengelola potensi lokal secara integratif dan berkesinambungan," terangnya.
Inisiasi ini disambut baik oleh pemerintah tingkat kecamatan selaku pemangku wilayah.
Camat Kepil, Eko Premono menegaskan kerja sama ini menjadi angin segar bagi masyarakat di perbatasan, mengingat kedua kecamatan memiliki karakteristik geografis dan sosial yang serupa.
"Kami sangat menyambut baik inisiasi dari Pemprov Jateng ini. Selama ini, batas wilayah sering kali membuat program pembangunan berjalan sendiri-sendiri, padahal petani dan pelaku wisata kami di Kepil dan Bandongan menghadapi tantangan yang sama di lereng Sumbing," ujar Eko Premono di sela-sela acara.
Kerja sama makro ini diproyeksikan membawa dampak instan pada perputaran ekonomi warga di lereng Gunung Sumbing melalui empat sektor utama.
Pada sektor ekonomi dan UMKM, BUMDesma di kedua wilayah diplot untuk saling terkoneksi dalam distribusi produk lokal sekaligus memperluas penetrasi pasar pelaku usaha mikro lintas kabupaten.
Sementara di sektor pariwisata, pokdarwis kedua kecamatan didorong menciptakan paket wisata terintegrasi yang menyuguhkan rute wisata alam dan budaya membentang dari Bandongan hingga menembus Kepil.
Di samping itu, ketahanan pangan juga menjadi fokus lewat sinergi antar-gapoktan yang diarahkan pada pertukaran teknologi pertanian tepat guna, pengelolaan pascapanen, serta stabilisasi harga komoditas unggulan.
Seluruh langkah ini akan diimbangi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui transfer pengetahuan antarpemerintah desa demi mewujudkan tata kelola desa yang mandiri.
Musyawarah penting tersebut diakhiri dengan penandatanganan komitmen awal rancangan kerja sama antarkawasan.
Selanjutnya, draf kerja sama ini akan langsung digodok menjadi program prioritas dengan pendampingan melekat dari Pemprov Jawa Tengah. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo