Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Bediding di Dieng Munculkan Embun Upas, Jadi Magnet Wisawatan: Tiket Akhir Pekan Tembus 1.620 Lembar per Hari

Sigit Rahmanto • Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
Wisatawan mengabadikan embun yang menjadi es di rerumputan di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Fenomena embun upas ini menjadi penarik wisatawan untuk datang. (Istimewa)
Wisatawan mengabadikan embun yang menjadi es di rerumputan di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Fenomena embun upas ini menjadi penarik wisatawan untuk datang. (Istimewa)

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Fenomena bediding atau suhu dingin ekstrem di Dataran Tinggi Dieng kembali menjadi magnet kuat bagi pelancong.

Alih-alih menyurutkan minat, cuaca dingin yang menusuk tulang dalam beberapa pekan terakhir justru mendongkrak signifikan angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Wonosobo.

Plh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, M Kristijadi mengungkapkan, berdasarkan rekapitulasi penjualan tiket di UPTD Pengelolaan Obyek Wisata, grafik kunjungan melonjak tajam sejak Mei hingga awal Juni ini. Lonjakan paling terasa pada setiap akhir pekan.

"Banyak wisatawan sengaja datang demi berburu fenomena embun es (embun upas) dan berburu golden sunrise. Karakteristik kunjungan Juni ini juga lebih stabil dibanding Mei lalu," ujar Kristijadi, Jumat (12/6/2026).

Sebagai pembanding, lonjakan pada Mei lalu dipicu oleh momentum libur nasional dan cuti bersama yang menembus 2.000 hingga 2.500 wisatawan per hari.

Baca Juga: Dieng Membeku, Embun Upas Muncul Lebih Cepat: Jadi Buruan Wisatawan, Momok bagi Petani

Maka Juni ini polanya lebih konsisten. Pada weekend awal Juni, tiket yang terjual menyentuh angka 1.620 lembar per hari. 

Menurut Kristijadi, fenomena alam musiman ini membuktikan bahwa experience tourism atau wisata berbasis pengalaman kian digandrungi.

"Fenomena embun es dan suhu ekstrem ini adalah keunikan yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Momentum ini harus dikelola maksimal lewat informasi akurat, pelayanan prima, dan promosi yang kuat," tegasnya.

Di balik berkah lonjakan wisatawan, Disparbud Wonosobo mengingatkan agar faktor keselamatan tidak dikesampingkan.

Seluruh pengelola destinasi, pelaku jasa wisata, homestay, hingga jalur pendakian seperti Gunung Prau dan Bukit Sikunir diwajibkan memperketat standard operating procedure (SOP).

"Fasilitas keselamatan, kesiapsiagaan petugas di lapangan, hingga skenario penanganan darurat harus dipastikan berjalan optimal. Keselamatan wisatawan adalah prioritas utama," lanjutnya.

Wisatawan yang hendak naik ke Dieng juga diimbau membekali diri dengan matang.

Mengingat suhu malam hingga dini hari bisa drop drastis, pakaian hangat berlapis, pemahaman kondisi fisik, serta obat-obatan pribadi menjadi perlengkapan wajib yang tidak boleh tertinggal.

Tren positif ini diproyeksikan bakal terus merangkak naik. Pasalnya, mulai Jumat hingga Sabtu ini (12–13/6/2026), Pemkab Wonosobo menggelar dua agenda.

Yakni Festival Muda Berbudaya dan Wonosobo Night Fashion Carnival (WNFC).

 "Kolaborasi antara eksotisme alam Dieng yang sedang dingin-dinginnya dengan event budaya serta ekonomi kreatif di pusat kota ini, kami harapkan bisa memperpanjang length of stay (lama tinggal) wisatawan," harap Kristijadi.

Pihaknya optimistis, geliat pariwisata ini akan membawa dampak domino yang riil bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Mulai dari okupansi homestay dan perhotelan, perputaran uang di sektor kuliner, jasa transportasi, hingga omzet pelaku UMKM Wonosobo. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#bediding #dongkrak wisatawan #M Kristijadi #dataran tinggi dieng #embun upas