RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Gejolak internal melanda DPC Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Wonosobo.
Sebanyak 15 Pimpinan Anak Cabang (PAC) menetapkan sikap menolak Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat PPP terkait susunan pengurus harian DPC PPP Wonosobo periode 2026–2031.
SK tersebut dinilai cacat prosedur karena tidak mengakomodasi hasil keputusan Tim Formatur Musyawarah Cabang.
Penolakan tersebut berbuntut pada aksi penyerahan surat pernyataan sikap secara langsung ke kantor DPP PPP di Jakarta.
Perwakilan 15 PAC bertolak ke Jakarta Rabu (3/6/2026) lalu setelah menggelar rapat khusus di Pondok Pesantren Al-Hikam, Tempelsari, Maduretno, Kecamatan Kalikajar.
Baca Juga: Muscab DPW PPP Jateng Fokus Evaluasi dan Rebut Kursi DPR RI
Langkah mosi tidak percaya ini tidak hanya didukung oleh tingkat PAC, tetapi juga ditandatangani oleh jajaran struktural senior.
Yakni Ketua Majelis Syari’ah KH Mahmud Ismail, Ketua Majelis Pertimbangan KH Khairullah Al-Mujtaba, dan Ketua Majelis Pakar Ibnu Khottob hasil Muscab.
Pemicu penolakan ini adalah perbedaan mendasar antara figur ketua terpilih versi daerah dan versi pusat.
Dalam SK yang diterbitkan DPP PPP, posisi Ketua DPC PPP Wonosobo periode 2026–2031 dijabat Muhammad Farid (mantan anggota DPRD), didampingi Ma’arif sebagai sekretaris dan Arisman selaku bendahara.
Struktur tersebut berbeda dengan hasil rapat Tim Formatur Muscab DPC PPP Wonosobo yang diselenggarakan di PP Al-Asy’ariyyah, Kalibeber, Mojotengah, pada Minggu (3/5) lalu.
Saat itu, Tim Formatur menetapkan petahana, KH Khairullah Al-Mujtaba (Gus Itab), untuk kembali memimpin sebagai ketua DPC, dengan Ma’arif sebagai sekretaris dan Khusnul Majazi sebagai bendahara.
"Sesuai AD/ART partai, Ketua DPC PPP Wonosobo yang sah adalah KH Khairullah Al-Mujtaba karena dipilih oleh Tim Formatur hasil Muscab resmi. SK yang dikeluarkan DPP ini tidak sesuai dengan AD/ART dan sulit diterima oleh pengurus, tokoh, serta kader di tingkat akar rumput," ujar Ketua Majelis Syari’ah DPC PPP Wonosobo KH Mahmud Ismail, Jumat (5/6/2026).
Ketidakpuasan terhadap keputusan pusat ini memicu kekecewaan mendalam di tingkat daerah.
KH Khairullah Al-Mujtaba mengaku heran dengan langkah sepihak yang diambil oleh DPP PPP tanpa mempertimbangkan aspirasi arus bawah.
Menurutnya, seluruh PAC sejak awal menghendaki dirinya untuk kembali menakhodai partai di Wonosobo.
Perwakilan PAC PPP se-Kabupaten Wonosobo, Nanang Qosidulkhaq dan Ridhowi, menegaskan kedatangan mereka ke Jakarta membawa misi tunggal, yaitu mendesak DPP PPP segera mencabut SK tersebut dan menerbitkan SK baru yang sesuai dengan hasil keputusan Muscab.
Konflik internal ini memicu ancaman kelumpuhan roda organisasi di tingkat daerah. Perwakilan PAC menyatakan akan menarik diri dari seluruh aktivitas kepartaian jika aspirasi mereka diabaikan oleh pengurus pusat.
"Kami meminta DPP mengubah SK tersebut dengan menetapkan KH Khairullah Al-Mujtaba sebagai Ketua. Jika DPP tetap bersikukuh pada keputusannya, seluruh PAC di Wonosobo sepakat untuk nonaktif dari kepengurusan dan seluruh kegiatan partai," tutur Nanang. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo